HOLOPIS.COM, JAKARTA – Meta dikabarkan tengah menyiapkan skema layanan berlangganan baru yang akan membuka akses ke berbagai fitur eksklusif di Instagram (IG), Facebook (FB), dan WhatsApp. Informasi ini diungkap dalam laporan TechCrunch, Selasa (27/1/2026).
Lewat layanan berbayar ini, Meta ingin menghadirkan fitur pendukung produktivitas dan kreativitas, termasuk kemampuan kecerdasan buatan (AI) yang lebih luas. Meski begitu, Meta menegaskan bahwa fitur inti aplikasi tetap bisa digunakan secara gratis.
Dalam beberapa bulan ke depan, Meta akan menguji berbagai model paket langganan. Menariknya, setiap aplikasi akan memiliki fitur premium yang berbeda-beda, disesuaikan dengan kebutuhan pengguna, kreator, hingga pelaku usaha.
Salah satu fokus utama Meta adalah integrasi Manus, agen AI yang baru diakuisisi dengan nilai transaksi sekitar 2 miliar dolar AS (Rp33,4 triliun). Manus disebut akan disematkan langsung ke dalam ekosistem produk Meta, termasuk Instagram.
Peneliti aplikasi Alessandro Paluzzi bahkan menemukan indikasi pintasan Manus AI di Instagram, menandakan fitur tersebut sudah dalam tahap pengembangan. Selain itu, Meta juga akan menguji layanan berlangganan untuk fitur AI lain, seperti Vibes fitur pembuatan video pendek berbasis AI.
Vibes sebelumnya bisa digunakan gratis, namun ke depan Meta berencana menerapkan model freemium, di mana pengguna gratis dibatasi jumlah video, sementara pelanggan berbayar mendapat kuota tambahan setiap bulan.
Untuk Instagram, layanan langganan disebut memungkinkan pengguna membuat daftar audiens tanpa batas, melihat pengikut yang tidak follow balik, hingga menonton Story tanpa terdeteksi.
Skema langganan ini terpisah dari Meta Verified. Meta mengaku akan memanfaatkan pengalaman dari layanan tersebut untuk memperluas bisnis berbasis langganan, sekaligus membuka sumber pendapatan baru, mengikuti jejak kesuksesan Snapchat+ yang kini memiliki lebih dari 16 juta pelanggan.

