HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana angin kencang melanda dua wilayah yang ada di Provinsi Jawa Barat sejak beberapa hari yang lalu.
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, seperti yang terjadi di wilayah Kabupaten Ciamis. Ratusan warga terdampak bencana alam tersebut.
“Sebanyak 137 jiwa terdampak akibat peristiwa ini, dengan tiga jiwa di antaranya mengungsi ke tempat yang lebih aman,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Selasa (27/1).
Selain itu, Abdul mengatakan bahwa angin kencang tersebut menyebabkan kerusakan pada 44 unit rumah warga serta empat unit fasilitas umum.
Saat ini Abdul memastikan bahwa BPBD Kabupaten Ciamis telah melakukan pembersihan material akibat pohon tumbang, menyalurkan bantuan logistik, serta melakukan perbaikan rumah warga terdampak.
Angin kencang pasca hujan deras diketahui juga melanda Kabupaten Bogor pada Minggu (25/1). Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Citeureup dan Kecamatan Caringin.
“Sebanyak 90 warga terdampak, dengan 16 jiwa terpaksa mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman,” ujarnya.
Selain itu tercatat 15 unit rumah mengalami rusak ringan, delapan unit rusak sedang, dan tiga unit rusak berat.
“Hingga saat ini, sebagian rumah warga telah selesai diperbaiki,” tukasnya.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem untuk tiga hari ke depan, terhitung mulai Selasa (27/1) hingga Kamis (29/1).
Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai angin kencang diperkirakan terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Menindaklanjuti hal tersebut, Abdul mengimbau kepada seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem.
“Upaya mitigasi yang dapat dilakukan antara lain dengan memastikan kekuatan atap rumah, memangkas ranting pohon yang berisiko tumbang, serta menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat dan angin kencang terjadi,” imbaunya.

