Sanggraloka Ubud Jadi Destinasi Favorit Baru Wisman Asal Korea

23 Shares

HOLOPIS.COM, UBUD – Ada pemandangan menarik yang tertangkap di kawasan hijau Ubud menjelang pergantian tahun 2025/2026. Di tengah rimbunnya hutan dan suara aliran sungai Ayung, bahasa Korea sayup-sayup terdengar lebih dominan di antara para tamu luxury retreat.

Fenomena ini bukan tanpa alasan pasalnya Sanggraloka Ubud melaporkan bahwa hampir sepertiga tamu asing mereka (sekitar 28-32%) kini berasal dari Negeri Ginseng.

- Advertisement -

Apa yang membuat wisatawan Korea Selatan berpaling dari hiruk-pikuk pusat kota menuju keheningan Sanggraloka? Jawabannya terletak pada kurasi pengalaman yang disebut sebagai “Meaningful Journey.”

Berbeda dengan hotel mewah konvensional, Sanggraloka merancang alur yang memanjakan psikologis tamu. Perjalanan dimulai secara teatrikal, seperti misalnya tamu menuruni outdoor escalator yang menembus kanopi hutan menuju bibir sungai.

- Advertisement -

Ini bukan sekadar perpindahan tempat, melainkan fase healing & emotional cleansing. Di bawah sana, mereka tidak hanya berenang, tetapi mengikuti ritual Melukat (pembersihan diri khas Bali) dan sesi Sound Bath di tepi sungai menjadi sebuah kombinasi tradisi lokal dan terapi frekuensi yang sangat digemari pasar premium Korea yang haus akan privasi dan ketenangan estetis.

Setelah “dibersihkan” oleh elemen air dan suara, tamu diajak mendaki kembali menuju Kebun Organik. Di sini, konsep Connection & Meaning Making diterapkan. Tamu diajak menyentuh tanah, mengenal lebah penyerbuk, dan memetik sendiri bahan makanan mereka.

“Makanan di sini bukan sekadar hidangan di atas meja, tapi puncak dari sebuah proses. Dari tanah langsung ke meja (farm-to-table),” jelas Komang Kariyana, General Manager Sanggraloka Ubud. Strategi ini terbukti ampuh memperpanjang durasi menginap (length of stay) tamu yang mencari makna di balik kemewahan.

Data internal menunjukkan tingkat hunian Sanggraloka telah menyentuh 65-70% meskipun masih dalam masa soft-opening. Angka ini selaras dengan lonjakan kunjungan wisman ke Bali yang menembus 20.000 kedatangan per hari di akhir 2025, dengan total akumulasi mencapai 6,7 juta kunjungan sepanjang tahun.

Menatap tahun 2026, Sanggraloka tidak berencana melakukan ekspansi masif yang merusak alam, melainkan fokus pada pendalaman kualitas melalui fasilitas yang lebih spesifik.

Pihak manajemen tengah menyiapkan pembangunan Wellness Pavilion yang akan menjadi ruang khusus bagi aktivitas yoga dan breathwork, serta pengembangan Forest Path sebagai jalur kontemplatif bagi tamu yang ingin mencoba meditasi berjalan di tengah keasrian hutan.

Selain itu, hadirnya Art & Craft Studio akan memperkuat kolaborasi dengan perajin lokal, memberikan dimensi pengalaman budaya yang lebih autentik bagi para pengunjung.

Pergeseran minat wisatawan Korea Selatan ke arah eco-luxury wellness menandai babak baru bagi pariwisata Bali. Bukan lagi sekadar tentang pantai dan pesta, melainkan tentang kembali ke alam (back to nature) dengan standar kenyamanan premium.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
23 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis