HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bencana banjir menerjang setidaknya dua kecamatan yang ada di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat sejak Jumat (23/1).
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari menjelaskan, banjir kali ini berdampak pada Desa Taman Sari, Kecamatan Rumpin dan Desa Cibunar, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor.
“Banjir disebabkan jebolnya turap setu lampiri hingga luapan air memasuki permukiman warga,” kata Abdul Muhari dalam keterangannya yang dikutip Holopis.com, Sabtu (24/1).
Bencana banjir tersebut diketahui menyebabkan sedikitnya 259 jiwa dari 78 Kepala Keluarga (KK) terdampak dan 78 unit rumah warga turut terendam.
Abdul memastikan bahwa petugas BPBD setempat terus berkoordinasi dengan aparat desa untuk melakukan pendataan, distribusi logistik dan perbaikan tanggul jebol.
Sementara itu, pada periode 25 hingga 26 Januari 2026, prakiraan cuaca di Indonesia menunjukkan sebagian besar wilayah masih akan berpotensi hujan. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, masyarakat perlu mewaspadai potensi hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat di beberapa provinsi yang beresiko memicu bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, cuaca ekstrem dan angin kencang.
Wilayah – wilayah yang diprediksi memiliki potensi hujan lebat yang signifikan mencakup Bali, Pulau Jawa, Lampung, Maluku, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Papua, dan Sumatera Selatan.
Menyikapi bencana yang terjadi, Abdul kemudian mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap menjaga kesiapsiagaan dan kewaspadaan.
Kesiapsiagaan ini diperlukan para warga untuk menyikapi tidak hanya ancaman potensi risiko bahaya hidrometeorologi basah.
“Bagi warga yang tinggal di daerah bantaran sungai diminta selalu memantau ketinggian air secara berkala. Jika terjadi hujan berintensitas tinggi dalam durasi lama, warga disarankan melakukan evakuasi mandiri, mengetahui jalur evakuasi, dan memperbarui informasi cuaca dari lembaga resmi,” imbaunya.

