HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan, Provinsi DKI Jakarta siap menjalankan arahan pemerintah pusat terkait pembangunan proyek tanggul laut atau National Capital Integrated Coastal Development(NCICD).
Pramono menjelaskan, sebelumnya Jakarta mendapat jatah pembangunan sepanjang 12 kilometer. Namun, alokasi tersebut bertambah menjadi total 19 kilometer.
“Jakarta menunggu sepenuhnya arahan dari pemerintah pusat karena dulu Jakarta ini kebagian 12 kilo. Tetapi kemarin ditambahkan menjadi 12 + 7 menjadi 19,” ujar Pramono sebagaimana informasi yang diterima Holopis.com, Rabu, (22/1).
Meski demikian, Pramono menegaskan Pemprov DKI Jakarta siap mengerjakan proyek tersebut berapa pun panjang yang ditetapkan.
“Mau 12, mau 19 Jakarta akan mengerjakan. Tetapi kapan dimulainya? Rencananya ground breaking-nya itu mulai bulan September tahun ini,” katanya.
Sambil menunggu dimulainya pembangunan utama, Pemprov DKI Jakarta saat ini fokus menyelesaikan pembangunan tanggul-tanggul pantai di wilayah utara Jakarta sebagai bagian dari proyek NCICD. Proyek ini sebelumnya sempat menjadi perhatian publik karena kekhawatiran dampak banjir rob.
“Sekarang yang sedang kita bangun, yang dilakukan oleh pemerintah Jakarta sendiri adalah NCICD yang tanggul-tanggul di pantai-pantai yang ada di utara yang dulu kemarin sempat heboh,” ujar Pramono.
Ia juga menyinggung pernyataan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok terkait potensi banjir besar jika tanggul tidak diselesaikan.
“Ahok menyampaikan kalau ini bocor bisa sampai Monas. Maka sekarang ini kita menyelesaikan itu. Kemarin yang di ruas atau fase Ancol alhamdulillah sudah kami selesaikan,” ucapnya.
Ke depan, Pramono menekankan pembangunan tanggul tidak hanya berfungsi sebagai struktur beton penahan air laut, tetapi juga harus memiliki nilai estetika dan ruang publik.
“Dan sekarang sedang kita lakukan. Karena saya minta semua yang seperti itu jangan hanya berdiri tembok atau beton saja, tetapi ada tamannya,” pungkas Pramono.

