HOLOPIS.COM, JAKARTA – China menolak gagasan yang dilontarkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump soal Dewan Perdamaian yang menggantikan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). China menegaskan akan menjunjung tinggi sistem internasional yang berpusat di PBB.
“Mengenai PBB, China selalu mempraktikkan multilateralisme sejati. Tidak peduli bagaimana situasi internasional berubah, China dengan tegas menjunjung tinggi sistem internasional yang berpusat pada PBB,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun dikutip dari Anadolu, Kamis, (22/1/2026).
Guo menyampaikan piagam PBB sudah mengatur norma-norma dasar hubungan internasional.
“Tatanan internasional berdasarkan hukum internasional, dan norma-norma dasar hubungan internasional yang didukung oleh tujuan dan prinsip-prinsip Piagam PBB,” jelas Guo.
Sebelumnya, Pemerintahan Trump lewat pengumuman Gedung Putih menyatakan pembentukan dewan perdamaian itu untuk ‘memainkan’ peran penting dalam memenuhi 20 poin rencana Trump mengakhiri perang Israel-Hamas di Gaza secara permanen. Selain itU, Trump juga punya niat membangun kembali wilayah tersebut.
Menurut Donald Trump, Dewan Perdamaian itu memberikan pengawasan strategis, memobilisasi sumber daya internasional. Selain itu, Dewan Perdamaian juga bakal memastikan akuntabilitas saat Gaza bertransisi dari konflik ke perdamaian dan pembangunan.
Trump menyebut PBB sama sekali tak banyak membantu.
“Saya sangat mengagumi potensi PBB, tetapi PBB tidak pernah memenuhi potensinya,” kata Trump kepada wartawan dalam konferensi pers di Gedung Putih.
Lantas, saat ditanya apakah Trump ingin Dewan Perdamaian bisa menggantikan PBB, ia memberikan jawaban santai. “Yah, mungkin saja,” ujar Trump.
Trump bilang tugas PBB seharusnya bisa menyelesaikan setiap konflik perang yang sudah dibantu AS.
Trump pun memuji peran pemerintahannya selama setahun terakhir, untuk menghentikan konflik seperti Thailand-Kamboja, India-Pakistan, serta di Afrika.
AS juga pede membentuk Komite Nasional di bawah Dewan Perdamaian untuk administrasi Gaza. Langkah itu untuk mengimplementasikan fase kedua dari rencana komprehensif Trump untuk mengakhiri konflik Gaza.
Trump juga sudah mengundang banyak pemimpin asing dan beberapa negara untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian termasuk Rusia dan China.
Juru bicara Kemlu China, Guo Jiakun mengatakan Beijing selalu berpegang teguh pada kebijakan luar negeri independen yang damai. “Tiongkok secara konsisten berpegang teguh pada kebijakan luar negeri independen yang damai,” kata Guo Jiakun.

