Ancaman Trump soal Greenland Picu Retak AS–Eropa, China Bereaksi

44 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Manuver Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengancam ambil kendali Greenland menimbulkan tensi panas dengan negara Eropa. Apalagi Trump juga mengancam akan mengenakan taruf perdagangan pada Eropa jika melawan AS soal Greenland.

Otoritas China pun buka suara terkait memanasnya hubungan antara AS dan Eropa. China menepis isu yang beredar bakal bersaing demi dapat pengaruh barat atas eskalasi polemik Greenland.

- Advertisement -

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Guo Jiakun menyampaikan tak ada niat China untuk bersaing memperebutkan pengaruh Eropa. “Kami tidak berniat untuk bersaing memperebutkan pengaruh dengan negara mana pun, dan kami tidak akan pernah melakukannya,” kata Guo dikutip dari Global Banking and Finance Review pada Kamis, (22/1/2026).

Guo menjelaskan China selalu terlibat dalam kerja sama yang bersahabat semua negara. China selalu menghormati komitmen hubungan dengan semua negara.

- Advertisement -

“Atas dasar saling menghormati dan kesetaraan, dan tetap berkomitmen untuk menjadi kekuatan yang positif, menstabilkan, dan konstruktif,” jelas Guo.

Trump ngotot membentuk kembali dinamika kekuasaan aliansi keamanan transatlantin dengan AS mencaplok Greenland. Ambisi Trump untuk merebut kedaulatan atas Greenland dari Denmark membuat anggota NATO bereaksi.

Bahkan ada pernyataan agar Eropa bisa meninjau kembali ketergantungan keamanan tradisional Eropa pada AS.

Melihat sikap Eropa yang ‘bandel’ soal Greendland, Trump mengancam akan mengenakan tarif perdagangan.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, menilai jika ada tarif transatlantik malah bakal menguntungkan China dan Rusia. Sebab, dua negara itu akan dapat manfaat dari ‘perpecahan’ antara AS dan Eropa.

Editorial media China yang dikendalikan pemerintah China, China Daily mengulas kondisi Eropa yang selama ini terlalu bergantung pada AS. Hal itu dengan mengesampingkan kerja sama dengan mitra seperti China dan Rusia.

Dengan kondisi yang memanas saat ini, sebaiknya Eropa perlu meninjau sifat hubungan transatlantik dengan AS.

“Dan mengurangi ketergantungannya pada Amerika Serikat sebagai pilar dukungan untuk keamanannya,” tulis editorial di China Daily.

Krisis Greenland mesti jadi seruan bagi Eropa untuk memperkuat otonomi strategis dan mendiversifikasi kemitraan. Dengan demikian, Eropa bisa memastikan bahwa masa depannya tidak didikte AS.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
44 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis