PM Spanyol Umumkan Hari Berkabung Nasional Setelah Kecelakaan Kereta Cepat

27 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengumumkan masa berkabung nasional selama tiga hari menyusul kecelakaan kereta di wilayah selatan Spanyol yang menewaskan sedikitnya 40 orang. Pengumuman tersebut disampaikan pada Senin (19/1).

Kecelakaan terjadi pada Minggu (18/1) sekitar pukul 19.45 waktu setempat atau Senin pukul 01.45 WIB. Sebuah kereta yang mengangkut 317 penumpang dengan rute Malaga–Madrid tergelincir di dekat Adamuz, sekitar 20 kilometer di utara Kota Kordoba. Penyebab kecelakaan hingga kini masih dalam penyelidikan.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Hingga Senin, otoritas setempat mengonfirmasi jumlah korban tewas mencapai 40 orang. Sementara itu, 48 penumpang lainnya masih menjalani perawatan di rumah sakit, dengan sebagian besar dalam kondisi serius dan dirawat di unit perawatan intensif.

Sanchez membatalkan seluruh agenda resminya dan langsung bertolak ke lokasi kejadian. Dalam pernyataannya kepada media, ia menyebut insiden tersebut sebagai hari penuh duka bagi Spanyol dan menegaskan masa berkabung nasional akan dimulai pada Senin tengah malam.

- Advertisement -

“Kami akan mengungkap kebenaran, kami akan menemukan jawabannya,” kata Pedro Sanchez, seraya menambahkan bahwa pemerintah akan menyampaikan perkembangan penyelidikan kepada publik “dengan transparansi penuh,” dikutip Holopis.com, Senin (19/1).

Presiden Pemerintah Regional Andalusia Juanma Moreno menyebut dampak kecelakaan tersebut sangat dahsyat. Ia mengungkapkan bahwa sejumlah jenazah ditemukan hingga ratusan meter dari lokasi kecelakaan, yang mengindikasikan penumpang terlempar keluar dari rangkaian kereta.

Moreno juga memperingatkan kemungkinan jumlah korban masih dapat bertambah seiring proses evakuasi lanjutan menggunakan alat berat untuk membersihkan puing-puing kereta.

Sementara itu, Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente menyebut kecelakaan tersebut terasa tidak biasa karena terjadi di jalur rel lurus yang baru dipasang pada Mei 2025. Ia menambahkan, layanan kereta Malaga–Madrid dioperasikan oleh perusahaan swasta Iryo dengan rangkaian kereta yang relatif baru dan diproduksi pada 2022.

Presiden operator perkeretaapian milik pemerintah Spanyol Renfe, Alvaro Fernandez Heredia, mengatakan kepada radio pemerintah RNE bahwa kemungkinan kesalahan manusia hampir dapat dikesampingkan. Ia menyebut penyebab kecelakaan lebih mengarah pada masalah rangkaian kereta Iryo atau kegagalan infrastruktur.

Media Spanyol turut melaporkan bahwa pada Agustus 2025, serikat pekerja masinis kereta nasional telah menyampaikan kekhawatiran kepada operator infrastruktur ADIF. Kekhawatiran tersebut terkait kondisi jalur rel yang sama, termasuk kerusakan permukaan, ketidakrataan lintasan, serta masalah pada jaringan listrik aliran atas.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
27 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

holopis