HOLOPIS.COM, JAKARTA – TNI AL melalui Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) VI memberangkatkan Tim SAR Darat untuk bantu evakuasi pesawat ATR 42-500 di wilayah Gunung Bulusaraung, Sulawesi Selatan. Tim SAR Darat itu dikerahkan pada Minggu kemarin.
Dari Dinas Penerangan (Dispen) TNI AL, pemberangkatan Tim SAR Darat diawali dengan apel kesiapan. Dengan pelaksanaan apel untuk memastikan kesiapan personel, material, serta koordinasi pelaksanaan tugas di lapangan.
Tim SAR Darat Kodaeral VI juga sudah bergabung dengan tim SAR gabungan.
“Usai apel kesiapan, Tim SAR Darat Kodaeral VI bergerak menuju Pos Komando Taktis (Poskotis) SAR Gabungan guna melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan secara terpadu bersama unsur SAR lainnya,” demikian keterangan Dispen TNI AL yang dikutip pada Senin, (19/10/2026).
Menurut Dispen TNI AL, dalam misi kemanusiaan itu, Kodaeral VI mengerahkan kekuatan personel yang terdiri dari 31 personel Tim SAR di bawah pimpinan Letda Mar M. Ridha. Selain itu, didukung 4 personel Tim Kesehatan serta 6 personel lainnya.
Kemudian, turut diberangkatkan juga berbagai material pendukung operasi, meliputi dua unit truk, satu unit ambulans lapangan, dua unit GPS, empat belas unit HT Hytera.
Kemudian, ada dua set tali mountaineering, serta satu unit drone untuk mendukung pencarian di medan sulit.
Dispen TNI AL menyampaikan keterlibatan pihaknya dalam operasi SAR ini sesuai dengan perintah harian Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali.
Instruksi Laksamana Ali menyampaikan agar komitmen TNI AL senantiasa hadir dalam setiap operasi kemanusiaan.
“Khususnya dalam membantu penanganan musibah dan memberikan dukungan maksimal demi keselamatan jiwa manusia,” lanjut keterangan Dispen TNI AL.

