HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan menghadiri World Economic Forum (WEF) 2026 di Davos, Swiss, dan akan tampil sebagai salah satu pembicara kunci dalam forum ekonomi global tersebut.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan kehadiran Presiden Prabowo di Davos memiliki arti strategis bagi Indonesia, terutama dalam membuka peluang kerja sama internasional.
“Beliau akan melanjutkan perjalanan ke Davos untuk menghadiri forum World Economic Forum. Dijadwalkan beliau juga akan menjadi salah satu pembicara,” kata Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Holopis.com, Senin (19/1/2026).
Menurut Prasetyo yang akrab disapa Pras, partisipasi Presiden Prabowo di forum tersebut merupakan bagian dari upaya diplomasi ekonomi Indonesia di tingkat global.
“Tentu di forum ekonomi dunia ini, ini adalah bagian dari kita membuka potensi-potensi kerja sama dengan seluruh negara-negara sahabat. Saya kira itu dua agenda di dua negara,” ujarnya.
World Economic Forum merupakan pertemuan ekonomi global yang rutin digelar setiap tahun sejak 1971 di Davos, Swiss. Forum ini mempertemukan para ahli, ekonom, akademisi, praktisi, serta pemimpin dunia untuk berdialog mengenai tantangan ekonomi global saat ini dan proyeksi ke depan.
Pada WEF tahun ini, sejumlah pemimpin dunia juga dijadwalkan menyampaikan pidato khusus. Mereka antara lain Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri Kanada Mark Carney, Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen, Wakil Perdana Menteri China He Lifeng, Presiden Mesir Abdel Fattah El-Sisi, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sánchez, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres, Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump, Presiden Argentina Javier Milei, serta Kanselir Jerman Friedrich Merz.
Kehadiran Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump turut menjadi sorotan dalam forum tersebut. Trump disebut akan memimpin delegasi Amerika Serikat terbesar sepanjang sejarah ke Davos, yang terdiri dari lima menteri kabinet dan sejumlah pejabat senior.
Delegasi AS tersebut mencakup Menteri Luar Negeri Marco Rubio, utusan khusus Steve Witkoff, serta menantu Trump, Jared Kushner. Kehadiran mereka membuka peluang diskusi tingkat tinggi mengenai berbagai isu global, termasuk Ukraina, Venezuela, Gaza, dan Iran.
Trump juga diperkirakan akan bertemu Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy serta para pemimpin negara G7 di sela-sela forum utama, guna membahas dukungan Amerika Serikat terhadap jaminan keamanan Ukraina pasca potensi kesepakatan damai dengan Rusia.
Selain itu, Amerika Serikat akan melengkapi kehadirannya di Davos dengan menghadirkan “USA House” untuk pertama kalinya, sebuah lokasi khusus yang digunakan pejabat AS untuk menggelar acara dan membangun jejaring dengan investor global.


