HOLOPIS.COM, JAKARTA – Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto terus menjadi sorotan publik. Bukan hanya karena menyasar anak-anak dari kelompok marginal, tetapi juga karena pendekatan pendidikannya yang dinilai berbeda dari sekolah formal pada umumnya.
Di tengah persoalan kesenjangan akses dan kualitas pendidikan, Sekolah Rakyat hadir dengan konsep yang menempatkan peserta didik sebagai subjek utama pembelajaran. Program ini tidak semata mengejar capaian akademik, tetapi membangun fondasi psikologis yang dinilai krusial bagi masa depan anak.
Politikus senior yang juga anggota Dewan Pengawas LKBN Antara, Ramadhan Pohan, menilai salah satu kekuatan utama Sekolah Rakyat terletak pada penumbuhan self efficacy atau keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri. Menurutnya, aspek ini kerap terabaikan dalam sistem pendidikan formal.
“Keberhasilan belajar sangat dipengaruhi oleh keyakinan seseorang terhadap kemampuannya sendiri,” ujar Ramadhan kepada Holopis.com, Minggu (18/1) merujuk pada teori pembelajaran sosial Albert Bandura.
Ia menilai sekolah formal cenderung menitikberatkan persaingan nilai dan orientasi hasil, sehingga tidak semua anak memiliki ruang yang adil untuk berkembang.
Berbeda dengan itu, Sekolah Rakyat dirancang sebagai ruang aman bagi peserta didik untuk mengenali dan mengembangkan potensi terbaik dalam diri mereka. Ramadhan menuturkan, tidak ada tekanan untuk meraih nilai tinggi atau tuntutan seragam yang kaku.
Anak-anak diberi kesempatan untuk mencoba, gagal, mengulang, dan merayakan keberhasilan-keberhasilan kecil yang membangun rasa mampu secara bertahap.
“Lingkungan yang suportif dan dialogis membuat peserta merasa dihargai dan didengar. Dari situ, self efficacy tumbuh secara alami,” katanya.
Ramadhan kemudian menggambarkan realitas anak-anak jalanan yang masuk ke sekolah formal. Keterbatasan ekonomi, seragam yang lusuh, hingga ketidakmampuan membeli jajan kerap menjadi sumber rasa minder. Dalam kondisi demikian, kepercayaan diri anak justru tergerus, padahal self efficacy menjadi kunci penting bagi kesuksesan jangka panjang.
Di Sekolah Rakyat, lanjut Ramadhan, persoalan-persoalan tersebut diminimalkan. Tidak ada kewajiban seragam, peserta didik datang dengan pakaian sehari-hari tanpa rasa takut dibandingkan. Kebutuhan dasar seperti tempat tinggal disiapkan melalui asrama, sementara urusan pangan dijangkau lewat program Makan Bergizi Gratis. Kesetaraan kondisi ini membuat anak-anak belajar tanpa beban psikologis yang berlebihan.


