HOLOPIS.COM, JAKARTA – Legislator dari PKS (Partai Keadilan Sejahtera), Tifatul Sembiring menyarankan agar tidak ada pihak yang sibuk mencari delik aduan dari materi standup comedy Pandji Pragiwaksono dalam special show Mens Rea yang kini tengah ramai menjadi perbincangan publik.
Hal ini karena menurutnya, seluruh materi show komedi Pandji di Indonesia Arena akhir Agustus 2024 lalu tersebut masih berada di level wajar, tidak ada yang perlu untuk dipermasalahkan apalagi sampai masuk ke ranah hukum.
“Mas Pandji Pragiwaksono menurut saya, nggak usah terlalu dicari-cari delik hukumnya. Sebatas potongan-potongan STC (standup comedy) dia, saya lihat masih dalam batas-batas kewajaran,” kata Tifatul Sembiring dalam tweetnya @tifsembiring yang dikutip Holopis.com, Sabtu (17/1/2026).
Ia menyarankan kepada orang-orang tua khususnya mereka yang berada di kategori babyboomers, agar tidak terlalu panas dan cepat tersulut emosi mendengarkan materi standup comedy Pandji. Justru sebaiknya bisa mencerna dan menelaah lebih dalam untuk bahan instrospeksi dan muhasabah diri.
“Paling tidak bagi generasi babyboomers yang sudah umur ini, bersabar. Coba memahami kritik-kritik apa yang dipersoalkan oleh generasi milenial terhadap masalah bangsa,” ujarnya.
Anggota Komisi VII DPR RI periode 2024-2029 tersebut memandang bahwa apa yang disampaikan Pandji alam special show komedinya adalah sebuah kritikan dan realitas yang sudah terjadi. Hanya saja ia membungkusnya dalam konten yang lebih jenaka dan menghibur.
“Memang gaya bicaranya seperti itu. Mereka ingin tahu, sebenarnya bangsa ini mau dibawa. Generasi inilah yang kelak akan menggantikan orang-orang yang sudah pada tua bangka ini. Itu natural,” tukasnya.
Kemudian, ia pun tak sependapat dengan langkah sejumlah kalangan yang membawa materi Pandji ke ruang pidana, sementara apa yang disampaikan Pandji sebenarnya adalah fakta dan realitas.
“Jadi nggak usah baperan, aduin ke Polisi dan sebagainya. Akhirnya toh nggak diaku. Dikit-dikit penistaan, dikit-dikit penistaan. Nggak usah baperan lah…🤔,” pungkas Tifatul Sembiring.

