Pesawat ATR 42-500 IAT yang Hilang Kontak Bawa 10 Orang, Ini Daftarnya

52 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengonfirmasi pesawat jenis ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) hilang kontak di wilayah Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub Lukman F. Laisa menyampaikan, bahwa tersebut dilaporkan mengangkut sebanyak 10 orang.

- Advertisement -Hosting Terbaik

“Jumlah orang di dalam pesawat (persons on board/POB) dilaporkan sebanyak 10 orang,” kata Lukman dalam keterangan di Jakarta, dikutip Holopis.com, Sabtu (17/1/2026).

Lukman menjelaskan, dari total 10 orang tersebut terdiri atas tujuh awak pesawat dan tiga penumpang. Berikut data kru pesawat tersebut:

- Advertisement -

1. Capt Andy Dahananto

2. Farhan Gunawan

3. Hariadi

4. Restu Adi P

5. Dwi Murdiono

6. Florencia Lolita

7. Esther Aprilita S

Penumpang: 

1. Deden

2. Ferry

3. Yoga

Adapun diketahui, laporan hilangnya pesawat udara jenis ATR 42-500 dengan nomor registrasi PK-THT pada Sabtu (17/1). Pesawat tersebut merupakan buatan tahun 2000 dengan nomor seri 611.

Pesawat ATR 42-500 itu tengah melaksanakan penerbangan dari Bandara Adi Sucipto Yogyakarta (JOG) menuju Bandara Sultan Hasanuddin Makassar (UPG). Penerbangan tersebut dipimpin oleh Pilot in Command Capt. Andy Dahananto.

Hingga saat ini, pesawat masih dalam tahap pencarian. Target pencarian difokuskan di kawasan pegunungan kapur Bantimurung, Desa Leang-leang, Kabupaten Maros, yang sekaligus dijadikan sebagai Posko Basarnas.

Pencarian lanjutan direncanakan dilakukan melalui penerbangan helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas yang dijadwalkan pada pukul 16.25 WITA.

Selain itu, AirNav Indonesia juga tengah menyiapkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) terkait kegiatan pencarian dan pertolongan atau Search and Rescue (SAR).

Berdasarkan informasi awal, kondisi cuaca di sekitar lokasi kejadian dilaporkan relatif baik. Jarak pandang (visibility) saat kejadian sekitar 8 kilometer dengan kondisi cuaca sedikit berawan.

Meski demikian, detail dan konfirmasi lanjutan masih terus dikoordinasikan dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menegaskan akan terus melakukan koordinasi intensif melalui Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar bersama AirNav Indonesia, Basarnas, operator penerbangan, TNI Angkatan Udara, serta instansi terkait lainnya.

Langkah tersebut dilakukan guna memantau perkembangan situasi sekaligus memastikan proses penanganan dan pencarian berjalan secara optimal.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
52 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis