Lobi Negara Teluk Ampuh, Donald Trump Tahan Serangan ke Iran

19 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Upaya sejumlah pentolan negara Teluk Arab yang melobi Presiden AS Donald Trump agar tak menyerang Iran tampaknya berhasil. Trump untuk sementara tak mengerahkan militer ke Iran.

Dari laporan The Guardian, pentolan negara Teluk yang melobi Trump antara lain Arab Saudi, Qatar, Turki, dan Oman. Sebagian negara itu merupakan ‘sekutu lama’ AS.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Mereka melobi Trump di menit-menit akhir karena khawair serangan Washington bisa menyebabkan konflik besar dan sulit ditasi di kawasan Timur Tengah.

“Peringatan akan kekacauan dari sekutu lama AS tampaknya telah membantu membujuk Trump pada Rabu malam untuk menunda serangan militer untuk sementara Waktu,” demikian dikutip dari The Guardian, pada Jumat, (16/1/2026).

- Advertisement -

Dari sikap Arab Saudi, negara kaya minyak itu enggan wilayah udaranya dipakai AS untuk melancarkan serangan apa pun termsuk ke Iran.

Menteri Luar Negeri Arab Saudi, Pangeran Faisal bin Farhan juga sudah melakukan pertemuan melalui telepon dengan rekan-rekannya dari Iran, Oman, dan Turki pada Kamis, Waktu setempat.

Status Iran saat ini ‘terpisah’ secara politik dari negara-negara Teluk karena kebijakan negara Tanah Persia yang beda. Salah satunya Iran mendukung Palestina merdeka tanpa perlu solusi dua negara.

Lobi Menlu Iran

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, juga sudah melakukan serangkaian kunjungan ke ibu kota-ibu kota Arab. Upaya itu untuk memperbaiki hubungan Iran dengan negara-negara Arab.

Misalnya tahun lalu, Araghchi mengunjungi Bahrain. Cara Araghchi itu merupakan menteri Iran pertama yang melakukannya sejak 2010.

Selain itu, Araghchi juga mengunjungi Kairo empat kali tahun lalu dalam upaya untuk memperbaiki hubungan. Kedua negara diketahui sudah memutuskan hubungan diplomatik pada tahun 2016.

Pun, hubungan Saudi-Iran, yang dulunya paling tegang di Timur Tengah, kini dalam proses pemulihan selama tiga tahun. Araghchi juga sengaja berpose untuk difoto saat mencicipi kuliner lokal di ibu kota Arab yang dikunjunginya.

Araghchi baru-baru ini juga meyakinkan negara-negara Teluk bahwa Iran kurang berisiko terhadap stabilitas global dibandingkan Israel. Pandangan Araghchi itu rasional lebih masuk akal.

Hal itu merujuk militer Israel yang membom Doha September 2025 dengan tujuan membunuh para negosiator Hamas yang tinggal di ibu kota Qatar selama hampir satu dekade. Namun, Israel gagal mengenai target utama mereka.

AS, yang tidak diberitahu sebelumnya tentang serangan tersebut, meminta maaf langsung kepada emir Qatar. AS coba menawarkan jaminan keamanan baru untuk Doha yang dirancang untuk melindungi Qatar dari serangan Israel lebih lanjut.

Saat itu, Qatar menuduh Israel selalu mencoba menyabotase setiap peluang perdamaian di Kawasan

Peran Qatar

Utusan khusus AS, Steve Witkoff pernah menyampaikan peran Qatar yang seringkali efektif, sebagai mediator persoalan global. Qatar juga memperlihatkan perannya dalam negosiasi konflik Israel-Hamas.

Adapun Pangkalan udara AS al-Udeid, yang terbesar di kawasan Teluk berada di Qatar. Lalu, saat ketegangan meningkat pada Rabu, AS menarik pasukan dari pangkalan tersebut.

Kebijakan AS menarik pasukan itu setelah ancaman terbuka Teheran untuk melakukan serangan balasan ke pangkalan AS di kawasan itu.

Kondisi itu menggarisbawahi pangkalan darat dan laut Amerika yang statis di kawasan itu. Pangkalan yang dirancang untuk memproyeksikan kekuatan AS, juga bisa menjadi sumber kerentanan.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
19 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis