HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah melalui Badan Pengelola Investasi Danantara bakal menjalankan 18 proyek hilirisasi industri strategis, yang akan menjadi fondasi baru penguatan ekonomi nasional.
Untuk itu, Presiden Prabowo Subianto meminta perguruan tinggi di Indonesia mengambil peran kunci dengan menyiapkan riset, inovasi, serta sumber daya manusia (SDM) unggul untuk menopang proyek-proyek tersebut.
Hal itu sebagaimana disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto, usai mendampingi Presiden Prabowo dalam pertemuan dengan para pimpinan dan guru besar perguruan tinggi di Istana Negara, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
“Bapak Presiden menyampaikan juga bahwa 18 hilirisasi industri yang akan dibuka oleh Danantara itu juga membutuhkan SDM dan riset serta inovasi,” kata Brian, dikutip Holopis.com, Kamis (15/1/2026).
Brian menyampaikan, proyek-proyek hilirisasi yang mencakup berbagai sektor strategis tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan kuat dari dunia akademik, khususnya dalam penguasaan sains dan teknologi.
Ia menilai, pembukaan proyek hilirisasi ini menjadi peluang besar bagi perguruan tinggi untuk berkontribusi langsung terhadap pembangunan nasional melalui penguatan basis industri berbasis sains dan teknologi.
“Ini adalah kesempatan besar bangsa kita, industri-industri yang akan dibuka pasti membutuhkan sekali lagi SDM yang handal dan juga membutuhkan riset dan inovasi dan ini sekali lagi perguruan tinggi harus memegang peran yang penting, harus mengambil peran yang signifikan,” ujarnya.
Presiden Prabowo juga menekankan bahwa riset perguruan tinggi harus berjalan seiring dengan kebutuhan industri, agar inovasi yang dihasilkan benar-benar dapat diimplementasikan dan berdampak ekonomi.
“Tadi Bapak Presiden juga menyampaikan agar industri itu berjalan beriringan, mohon maaf riset dan teknologi berjalan beriringan dengan industri-industri yang memang dibutuhkan oleh bangsa kita,” tutur Brian.
Arahan tersebut, lanjut Brian, berkaitan erat dengan kondisi geopolitik global yang terus berubah. Presiden menilai Indonesia harus memperkuat kemandirian melalui penguasaan sains dan teknologi, termasuk dalam pengelolaan sumber daya alam lewat hilirisasi.
“Setiap negara haruslah menjadi negara yang mampu mandiri, mampu survival dan ini tentunya sektor penguasaan sains dan teknologi, para perguruan tinggi itu diharapkan menjadi lokomotif negara kita,” kata Brian.
Untuk mendukung peran kampus dalam proyek-proyek hilirisasi Danantara, Presiden Prabowo juga memutuskan menambah alokasi dana riset dan inovasi hingga Rp4 triliun yang akan diberikan kepada seluruh perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta.
“Secara khusus tadi kami perlu sampaikan bahwa Bapak Presiden juga menambah alokasi dana untuk riset dan inovasi seluruh perguruan tinggi itu sampai Rp4 triliun,” ujar Brian.
Tambahan anggaran tersebut diharapkan memperkuat kapasitas riset kampus dalam mendukung kebutuhan SDM dan inovasi bagi 18 proyek hilirisasi yang akan dijalankan Danantara.
“Ini adalah satu bukti, satu gambaran betapa memang Bapak Presiden memberikan amanat yang besar kepada perguruan tinggi, kepada seluruh peneliti, seluruh guru besar untuk memiliki kontribusi yang signifikan bagi kemajuan bangsa kita ke depan,” pungkas Brian.


