40 Unit e-TLE Handheld Presisi Dibagikan, Tindak Pelanggar Lalu Lintas Real Time

13 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri memperkuat penegakan hukum lalu lintas berbasis teknologi digital dengan mengoperasikan 40 unit e-TLE Handheld Presisi di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

‎Pengoperasian perangkat portabel ini merupakan bagian dari modernisasi sistem electronic traffic law enforcement (e-TLE) untuk meningkatkan efektivitas penindakan pelanggaran lalu lintas, khususnya di kawasan perkotaan dengan mobilitas tinggi.

- Advertisement -Hosting Terbaik

‎Sebanyak 40 unit e-TLE Handheld Presisi tersebut secara resmi diserahkan oleh Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho beserta tim yang meliputi Kasubdit Dakgar Kombes Dwi Sumrahadi Rakhmanto, Kasi Binwas AKBP M Adiel Aristo, dan Kasi Pulahjianta AKBP Irwan Andeta.

Perangkat ini diterima langsung Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Komarudin, untuk selanjutnya digunakan oleh para Kasat Lantas jajaran Polda Metro Jaya dalam mendukung pelaksanaan tugas penegakan hukum di lapangan.

- Advertisement -

‎”E-TLE Handheld Presisi merupakan perangkat portabel berbasis kamera digital yang mampu merekam pelanggaran lalu lintas secara langsung dan real time,” kata Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho dalam keterangan persnya, Jumat (16/1/2026).

Ia juga menjelaskan bahwa perangkat e-TLE mobile handheld tersebut memungkinkan petugas melakukan pendataan pelanggaran secara cepat, akurat, dan terintegrasi dengan sistem e-TLE nasional.

“Sehingga seluruh proses penindakan dilakukan secara transparan dan berbasis data,” ujarnya.

‎Pengoperasian e-TLE Handheld Presisi bertujuan untuk memaksimalkan penindakan pelanggaran lalu lintas berbasis digital, khususnya pada lokasi atau kondisi yang belum terjangkau oleh kamera e-TLE statis. Dengan teknologi ini, petugas dapat menjangkau berbagai jenis pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

‎Selain meningkatkan efektivitas penegakan hukum, penerapan e-TLE Handheld Presisi juga merupakan langkah untuk menghindari terjadinya praktik transaksional antara petugas dan pelanggar.

“Seluruh pelanggaran yang terekam akan diproses secara sistem, sehingga menjamin objektivitas dan profesionalisme petugas di lapangan,” tandas Agus.

‎E-TLE Handheld Presisi merupakan perangkat berbasis kamera digital yang mampu merekam pelanggaran lalu lintas secara real time. Sistem ini memungkinkan pendataan dilakukan secara cepat, akurat, dan terintegrasi dengan basis data e-TLE nasional, sehingga proses penindakan berlangsung transparan dan objektif.

‎Teknologi ini dioptimalkan untuk menjangkau lokasi atau kondisi yang belum terpasang kamera e-TLE statis. Dengan demikian, berbagai pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan dapat ditindak secara lebih maksimal.

‎Selain meningkatkan efektivitas penegakan hukum, penerapan e-TLE Handheld Presisi juga bertujuan mencegah praktik transaksional antara petugas dan pelanggar. Seluruh pelanggaran diproses secara sistematis berbasis data, guna menjamin profesionalisme petugas di lapangan.

Korlantas Polri menegaskan, penggunaan e-TLE Handheld Presisi tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga sebagai sarana edukasi untuk meningkatkan kesadaran dan kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas.

“Melalui sistem yang modern dan berkeadilan, diharapkan keselamatan serta ketertiban lalu lintas dapat terus meningkat,” pungkas Irjen Pol Agus.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
13 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis