Pemerintah Optimistis Target 17,6 Juta Wisman di 2026 Tercapai

17 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pemerintah menyatakan optimistis mampu mencapai target 16 juta hingga 17,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menilai, target tersebut masih realistis untuk bisa dicapai, melihat capaian sektor pariwisata di sepanjang tahun 2025 yang berada pada tren positif.

- Advertisement -

Hal itu disampaikannya usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kepariwisataan 2026, yang dipimpin Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka, Senin (12/1/2026).

“Target akhir tahun 2025 yang diproyeksikan mencapai 15 juta kunjungan wisman ini sudah tercapai, dan di tahun 2026 targetnya sebanyak 16 juta-17,6 juta kunjungan,” ujarnya usai Rakornas, dikutip Holopis.com, Selasa (13/1/2026).

- Advertisement -

Selain peningkatan jumlah kunjungan, pemerintah juga membidik pendapatan devisa pariwisata sebesar Rp22 miliar hingga Rp24,7 miliar, serta kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) yang diproyeksikan naik ke kisaran 4,5–4,7 persen pada 2026.

Sebagai gambaran, hingga kuartal III-2025, kontribusi pariwisata terhadap PDB telah mencapai 3,96 persen, dengan devisa pariwisata sebesar 13,82 miliar dolar AS dan penyerapan tenaga kerja mencapai 25,91 juta orang. Sementara itu, per November 2025, jumlah kunjungan wisman tercatat 13,98 juta.

Pada periode yang sama, rata-rata pengeluaran wisman mencapai 1.259 dolar AS per kunjungan, dengan wisatawan terbanyak berasal dari Malaysia (17,3 persen), Australia (11,3 persen), Singapura (10,5 persen), dan China (8,8 persen). Angka-angka tersebut menjadi fondasi kuat bagi pemerintah untuk melesatkan sektor pariwisata nasional pada 2026.

Dalam rapat tersebut, pemerintah menyepakati sejumlah pilar utama penguatan sektor pariwisata, salah satunya percepatan infrastruktur dan konektivitas.

Upaya ini dilakukan dengan mendorong keterhubungan antara bandara yang sudah beroperasi dengan bandara baru, serta memperkuat kolaborasi program antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya di kawasan destinasi prioritas.

Pemerintah juga berencana melakukan penyederhanaan akses masuk wisatawan, termasuk dengan mengevaluasi kebijakan Visa Kunjungan Wisman. Langkah ini dinilai krusial untuk meningkatkan daya saing Indonesia di tengah ketatnya persaingan destinasi global.

Di sisi tata kelola, transformasi digital dan perbaikan ekosistem penyelenggaraan kegiatan pariwisata turut menjadi fokus. Pemerintah mendorong penerapan perizinan terintegrasi, sekaligus penguatan standar keselamatan melalui skema asuransi pariwisata.

Penguatan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi perhatian serius. Pemerintah menargetkan program upskilling bagi sekitar 400 ribu tenaga kerja per tahun, serta memastikan keberlanjutan pembiayaan sektor pariwisata melalui pembentukan Indonesia Quality Tourism Fund (IQTF).

Selain itu, insentif pajak penghasilan ditanggung pemerintah (PPh DTP) akan diberikan kepada tenaga kerja pariwisata sepanjang 2025–2026.

Menjelang momentum Lebaran, pemerintah turut menyiapkan sejumlah stimulus pendukung sektor pariwisata yang telah dilaksanakan di periode sebelumnya.

Stimulus tersebut seperti diskon tiket transportasi, diskon belanja, dan sebagainya. “Tentu tadi juga dilakukan pembahasan terkait dengan fasilitas visa yang nanti akan dilaporkan kepada Bapak Presiden,” ujar Airlangga.

Ia menegaskan pentingnya sinergi lintas kementerian dan lembaga dalam mencapai berbagai target pariwisata yang telah ditetapkan pemerintah.

“Jadi, secara keseluruhan target pariwisata di tahun 2026 ini, dengan melihat capaian di tahun 2025, maka dari seluruh K/L yang hadir tadi optimis bahwa target tersebut akan bisa dicapai,” tambahnya.

Wapres Optimis Target 2026 Tercapai

Dalam kesempatan yang sama, Wapres Gibran mengaku optimistis tren positif yang telah dicapai di 2025, dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan di tahun 2026 ini, selama seluruh pemangku kepentingan mampu menjaga konsistensi dan memperkuat keberlanjutan program kepariwisataan nasional.

“Jika apa yang sudah dilakukan di 2025 ini dipertahankan dan ditingkatkan, saya yakin ini (2026) targetnya bisa tercapai,” ucap Wapres saat memimpin Rakornas Kepariwisataan 2026.

Wapres menilai, capaian sektor pariwisata sepanjang 2025 patut diapresiasi. Sejumlah indikator utama, mulai dari jumlah wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara, belanja devisa, penyerapan tenaga kerja, hingga kontribusi terhadap PDB, tercatat melampaui target yang ditetapkan.

“Jadi terkait jumlah wisman (wisatawan mancanegara), terkait spending devisa, jumlah wisnus (wisatawan nusantara), tenaga kerja, kontribusi PDB (Produk Domestik Bruto). Ini saya kira sudah cukup baik dan ini saya lihat angka-angkanya melebihi target. Terima kasih untuk kerja kerasnya Bapak-Ibu semua,” tutur Wapres.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
17 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru