HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Organisasi dan Keanggotaan 2025-2030, Andreas Hugo Pareira menegaskan bahwa dalam konstruksi politik saat ini, pihaknya jelas menempatkan diri sebagai partai penyeimbang pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wapres Gibran Rakabuming Raka.
“Jadi di Kongres kemarin, PDI Perjuangan sudah menetapkan diri sebagai partai penyeimbang,” kata Andreas dalam konferensi persnya di bilangan Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/1/2026).
Karena sebagai partai penyeimbang, maka jelas PDIP akan terus melakukan sikap kritis untuk memberikan kontrol check and balances sehingga pemerintahan bisa berjalan sesuai dengan keinginan rakyat.
“Penempatan diri sebagai partai penyimbang untuk melihat bagaimana kebijakan-kebijakan, kritis terhadap kebijakan pemerintah,” ujarnya.
Pun demikian, Andreas Hugo pun menekankan bahwa PDIP tetap akan memberikan dukungan kepada pemerintah mana kala kebijakan yang dikeluarkan sudah sesuai dengan keinginan rakyat.
“Kita memberikan dukungan apabila kebijakan-kebijakan tersebut yang berjalan benar dan baik untuk kepentingan rakyat,” tegas Andreas.
Lebih lanjut, politisi asal Nusa Tenggara Timur (NTT) ini pun menegaskan bahwa orientasi PDI Perjuangan adalah kepentingan rakyat. Sehingga apa pun yang berkaitan dengan rakyat, akan menjadi prioritas utama.
“Jelas bahwa soal yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat itu kita non kompromi. Untuk itu, jadi ya nanti kita lihat di dalam perjalanan waktu ke depan ini bagaimana sikap tersebut diimplementasikan di dalam kebijakan-kebijakan partai menghadapi kebijakan pemerintah,” pungkasnya.

