KSAD Dorong Warga Terdampak Bencana Jangan Hambat Kebangkitan

40 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – KSAD (Kepala Staf Angkatan Darat) Jenderal Maruli Simanjuntak mendorong agar masyarakat terdampak bencana segera bangkit dari kesedihan mereka.

Maruli menegaskan bahwa kerja keras menjadi satu-satunya pilihan dalam penanganan dan pemulihan pascabencana, tanpa larut dalam kesedihan yang justru akan menghambat kebangkitan masyarakat.

- Advertisement -

Hal tersebut disampaikan Maruli saat meninjau langsung pengerjaan jembatan putus yang menghubungkan Kelurahan Hutanabolon dengan Sigiring-giring, Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Jumat (9/1).

“Kita tidak punya pilihan selain kerja keras. Kalau terlalu larut dalam kesedihan justru akan menambah beban. Lebih baik kita fokus pada apa yang bisa dilakukan hari ini. Kita dukung dan ajak masyarakat untuk bekerja agar harapan itu bisa tumbuh,” kata Maruli dalam pernyataannya yang dikutip Holopis.com.

- Advertisement -

Kunjungan ini merupakan wujud komitmen TNI Angkatan Darat dalam mempercepat pemulihan infrastruktur vital pascabencana, khususnya akses transportasi yang sangat dibutuhkan masyarakat. Sehari sebelumnya, Kamis (8/1), Maruli juga meresmikan jembatan Bailey di Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh.

Maruli juga menegaskan bahwa pembangunan jembatan-jembatan yang selama ini terabaikan akan menjadi prioritas, sejalan dengan perhatian Presiden RI terhadap persoalan jembatan putus yang menjadi hambatan utama mobilitas dan perekonomian masyarakat.

Selain meninjau pembangunan jembatan, Maruli juga meninjau sejumlah fasilitas pendidikan terdampak bencana, yakni SDN 152981 A, SDN 152982 B, serta SD Darurat di Desa Hutanabolon.

Pada kesempatan tersebut, jenderal bintang empat tersebut juga menyerahkan bantuan perlengkapan sekolah berupa tas, buku tulis, alat tulis, dan kebutuhan pendukung belajar lainnya kepada para siswa.

Maruli beserta rombongan turut mengunjungi posko pengungsian di Desa Hutanabolon untuk menyerahkan bantuan kepada warga korban banjir bandang dan tanah longsor. Dalam kesempatan itu, Maruli menekankan pentingnya penyediaan air bersih, khususnya bagi lingkungan sekolah.

“Air bersih di sekolah harus tersedia. Ini menjadi kesempatan untuk menyusun perencanaan yang benar-benar baik. Jika data perencanaan kurang, hasilnya bisa berantakan. Siapkan semuanya secara matang, mulai dari jumlah jembatan hingga kebutuhan air bersih, agar daerah ini bisa bangkit menjadi wilayah yang baru,” ujarnya.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
40 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru