HOLOPIS.COM, JAKARTA – Capaian Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 menunjukkan kinerja positif di tengah meredanya tekanan ekonomi global, terutama melalui penguatan perdagangan internasional dan dukungan stimulus fiskal untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional.
Menteri Keuangan Purbaya Yudi Sadewa mengatakan, capaian APBN tercermin dari keberhasilan Indonesia memperbaiki akses pasar ekspor melalui penurunan tarif dagang dengan mitra strategis.
“Indonesia menyepakati penurunan tarif dari 32 persen ke 19 persen dengan Amerika. Kita juga melakukan perundingan Indonesia–EU Comprehensive Economic Partnership Agreement di mana tarifnya hampir 0 persen,” ujar Purbaya seperti yang dikutip Holopis.com dalam Konferensi Pers APBN Kita 2026, Kamis, (8/1).
Menurut Purbaya, penguatan kerja sama tersebut berdampak signifikan terhadap kinerja perdagangan Indonesia, khususnya dengan kawasan Eropa. Ia mencatat, surplus perdagangan Indonesia–Eropa meningkat tajam sepanjang Januari hingga September 2025.
“Untuk ekspor Indonesia ke Eropa dan sebaliknya, surplus dagang dari Januari sampai September naik 50,9 persen. Ekspor naik 8,14 persen dan impor naiknya hanya 2,62 persen,” katanya.
Secara kumulatif, Purbaya menyebut nilai ekspor Indonesia telah mencapai USD 209,80 miliar, sementara impor tercatat sebesar USD 176,32 miliar.
Lebih lanjut, Purbaya menilai tekanan global pada kuartal keempat mulai mereda dan prospek ekonomi global membaik. Pemerintah, kata dia, fokus menjaga momentum pertumbuhan melalui sinergi kebijakan fiskal dan sektor keuangan.
“Di kuartal keempat, tekanan global merendah, prospek global cukup membaik. Kita fokus menjaga momentum pertumbuhan dengan berbagai stimulus,” ujar Purbaya.
Sebagai bagian dari kebijakan APBN, pemerintah menyiapkan stimulus ekonomi berupa bantuan langsung tunai (BLT) sementara, program magang, serta diskon transportasi pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru).


