HOLOPIS.COM, JAKARTA – Harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menguat pada perdagangan hari ini, Jumat (9/1/2026). Kenaikan harga logam mulia ini sejalan dengan pergerakan harga emas global yang juga berada dalam tren positif.
Berdasarkan data dari Logam Mulia, harga emas Antam hari ini naik Rp 7.000 dan berada di level Rp 2,577 juta per gram. Penguatan tersebut melanjutkan pergerakan fluktuatif emas Antam dalam beberapa hari terakhir.
Sebelumnya, pada Kamis (8/1/2026) harga emas Antam tercatat di level Rp 2,570 juta per gram setelah mengalami kenaikan Rp 14.000. Sementara pada Rabu (7/1/2026), harga emas Antam sempat melonjak Rp 35.000 per gram dan berada di posisi Rp 2,584 juta per gram.
Sejalan dengan kenaikan harga jual, harga beli kembali (buyback) emas Antam juga mengalami peningkatan. Pada perdagangan hari ini, nilai buyback naik Rp 6.000 menjadi Rp 2,432 juta per gram.
Dalam setiap transaksi jual beli emas batangan, berlaku ketentuan pajak sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017. Untuk pembelian emas, pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) dikenakan PPh Pasal 22 sebesar 0,45 persen, sedangkan pembeli non-NPWP dikenakan tarif 0,9 persen.
Sementara itu, untuk transaksi penjualan kembali (buyback) dengan nilai di atas Rp 10 juta, PPh Pasal 22 dikenakan sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan 3 persen bagi non-NPWP. Pajak tersebut dipotong langsung dari total nilai transaksi, dan setiap pembelian emas disertai dengan bukti potong PPh 22.
Berikut daftar harga emas batangan Antam pada Jumat (9/1/2026) pagi:
- Emas Antam 0,5 gram: Rp 1.388.000
- Emas Antam 1 gram: Rp 2.577.000
- Emas Antam 2 gram: Rp 5.094.000
- Emas Antam 3 gram: Rp 7.616.000
- Emas Antam 5 gram: Rp 12.660.000
- Emas Antam 10 gram: Rp 25.265.000
- Emas Antam 25 gram: Rp 63.037.000
- Emas Antam 50 gram: Rp 125.955.000
- Emas Antam 100 gram: Rp 251.912.000
- Emas Antam 250 gram: Rp 629.591.000
- Emas Antam 500 gram: Rp 1.258.820.000
- Emas Antam 1.000 gram: Rp 2.517.600.000
Kenaikan harga emas Antam ini menjadi perhatian bagi investor dan masyarakat, seiring meningkatnya minat terhadap emas sebagai instrumen investasi dan lindung nilai di tengah dinamika ekonomi global.

