Isra Mi’raj 2026 Jatuh Pada 16 Januari, Bagaimana Memaknai Perayaan Ini?

31 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Berdasarkan Kalender Hijriah Global Tunggal, Isra Mi’raj 2026 jatuh pada 27 Rajab 1447 Hijriah tepatnya pada Jumat, 16 Januari 2026.

Pada perayaan tersebut, biasanya masjid-masjid menggelar kajian, doa bersama, serta berbagai kegiatan keagamaan. Sementara itu, di lingkungan keluarga berkembang beragam tradisi untuk mengenang perjalanan Rasulullah dari masjidil Haram ke Masjid al-Aqsa kemudian sampai ke langit ke tujuh atau sidratul muntaha.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Sebagai upaya memperingati dan mengimani perayaan Isra Mi’raj Nabi Muhammad, banyak umat muslim yang mempertanyakan bagaimana seharusnya perayaan ini dimaknai agar tidak bergeser menjadi praktik keagamaan yang menyimpang dari tuntutan syariat. Hal ini kemudian berkembang menjadi perdebatan bid’ah, atau sesuai yang belum pernah dikerjakan di era Rasulullah SAW.

Dikutip Holopis dari Muhammadiyah, Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah menegaskan bahwa konsep bid’ah perlu dipahami secara cermat. Bid’ah sendiri merupakan segala bentuk perbuatan atau ucapan yang diposisikan sebagai ibadah murni (umūr ta‘abbudiy) dan dianggap sebagai bagian dari ajaran agama, padahal tidak memiliki dasar dari Al-Qur’an maupun sunnah Nabi Muhammad. Sehingga, setiap ibadah yang ditujukan langsung kepada Allah harus berlandaskan dalil yang jelas.

- Advertisement -

Sementara itu, terkait peringatan Isra Mi’raj, Fatwa Tarjih menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak termasuk dalam kategori umūr ta‘abbudiy. Peringatan isra Mi’raj tidak dimaksudkan sebagai ibadah ritual yang disyariatkan melainkan sebagai sarana syiar dan pengingat Islam.

Tradisi ini lahir jauh setelah wafatnya Rasulullah SAW, sebagai ekspresi umat Islam dalam mengenang peristiwa besar yang melahirkan kewajiban shalat lima waktu. Meski diperbolehkan, Majelis Tarjih mengingatkan agar peringatan Isra Mi’raj tidak melampaui batas.

Kegiatan ini tidak boleh disertai keyakinan bahwa ia merupakan kewajiban agama, apalagi ditambah ritual-ritual khusus yang tidak memiliki landasan dari Nabi saw. Namun, jika peringatan dilakukan dalam rangka edukasi dan dakwah seperti meneguhkan kesadaran akan pentingnya shalat, maka dapat bernilai positif sebagai bagian dari syiar Islam.

Isra Mi’raj sendiri merupakan momen agung ketika Rasulullah SAW menerima perintah salat secara langsung dari Allah SWT. Oleh karena itu, esensi peringatan ini seharusnya diarahkan pada refleksi bersama apakah sebagai umat Islam kamu telah menjaga dan menegakkan shalat dalam kehidupan sehari-hari.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
31 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis