Apel Pasukan Satgas Patriot III, TNI Bawa Misi Diplomasi ke Pakistan
HOLOPIS.COM, JAKARTA - Tentara Nasional Indonesia (TNI) menggelar Apel Pasukan Satuan Tugas atau Satgas) Patriot III. Apel Pasukan Satgas Patriot itu untuk persiapan kontingen TNI dalam partisipasi peringatan Pakistan Day.
Apel Satgas itu dipimpin langsung oleh Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R. di Lapangan Prima, Mabes TNI, Jakarta Timur, Rabu, kemarin.
Jenderal Tandyo menyampaikan bahwa penugasan ini merupakan bentuk kepercayaan sekaligus tanggung jawab besar. Ia meminta agar seluruh prajurit menjaga sikap, etika, serta nama baik bangsa selama melaksanakan tugas di luar negeri.
Menurut dia, partisipasi TNI dalam peringatan Pakistan Day tak hanya bersifat seremonial. Namun, juga jadi simbol persahabatan dan saling percaya antara Angkatan Bersenjata kedua negara.
"Gelar pasukan tersebut dilaksanakan untuk memastikan kesiapan personel, perlengkapan, serta materiil yang akan digunakan dalam rangkaian kegiatan kenegaraan Pakistan Day," kata Jenderal Tandyo, dalam keterangannya, Kamis (8/1/2026).
Dia menuturkan kontingen TNI dijadwalkan mengikuti defile kehormatan bersama pasukan negara sahabat lainnya dalam upacara tersebut.
Bagi Jenderal Tandyo, partisipasi TNI merupakan bentuk diplomasi pertahanan Indonesia. Selain itu, mencerminkan hubungan kerja sama militer yang telah terjalin erat antara Indonesia dan Pakistan.
"Selain sebagai kehormatan, keikutsertaan ini juga menjadi sarana memperkenalkan profesionalisme dan disiplin prajurit TNI di tingkat internasional," ujar Jenderal Tandyo.
Adapun Satgas Patriot III terdiri dari prajurit-prajurit terpilih lintas matra. Para prajurit terpilih itu melalui tahapan seleksi kemudian akan melaksanakan latihan intensif.
Para prajurit dipersiapkan tidak hanya untuk menampilkan barisan defile. Tapi, juga bertujuan untuk membawa citra positif Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi kerja sama dan persahabatan antarbangsa.
"Melalui penugasan Satgas Patriot III, TNI berharap hubungan Bilateral Indonesia–Pakistan, khususnya di bidang pertahanan dan militer, dapat semakin kuat," demikian keterangan Pusat Penerangan (Puspen) Mabes TNI.