HOLOPIS.COM, JAKARTA – Israel kembali melancarkan serangan udara ke sejumlah wilayah di Lebanon pada Senin (5/1) hingga Selasa (6/1) pagi waktu setempat. Salah satu target serangan dilaporkan berada di Sidon, kota terbesar ketiga di Lebanon, berdasarkan keterangan dari sumber Israel dan Lebanon.
Rekaman yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kerusakan signifikan di kawasan pesisir Sidon. Kepulan asap hitam tampak membumbung tinggi setelah serangan udara yang terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari waktu setempat.
Kantor Berita Nasional Lebanon yang dikelola pemerintah menyebut serangan tersebut menghancurkan sebuah bangunan komersial di kawasan industri Sidon. Sementara itu, stasiun televisi pemerintah Israel, Kan TV, melaporkan adanya sejumlah korban luka, meski hingga kini belum ada informasi resmi terkait korban jiwa.
Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) mengonfirmasi serangan tersebut melalui pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa pagi. IDF menyebut gelombang serangan yang dimulai sejak Senin itu menyasar sejumlah lokasi yang diklaim terkait Hizbullah dan Hamas di berbagai wilayah Lebanon.
“Serangan tersebut menargetkan beberapa fasilitas penyimpanan senjata dan struktur militer, baik di atas maupun di bawah tanah, yang digunakan oleh Hizbullah untuk melancarkan serangan terhadap tentara IDF dan terhadap Negara Israel, serta untuk membangun kembali kapabilitas militernya,” kata IDF, dikutip Holopis.com, Selasa (6/1).
Militer Israel juga menyatakan bahwa serangan udara tersebut menghantam lokasi produksi senjata milik Hamas di wilayah Lebanon selatan.
Dalam operasi yang dilakukan pada Senin malam, pesawat tempur Israel menargetkan bangunan di empat desa di Lebanon selatan serta di wilayah dekat perbatasan timur negara tersebut. Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan empat rumah hancur, sementara sejumlah kendaraan dan toko mengalami kerusakan berat. Sebuah rudal yang tidak meledak dilaporkan memutus akses jalan di salah satu lokasi.
Seorang sumber keamanan Lebanon menyebutkan bahwa pesawat tempur Israel melancarkan sekitar 10 serangan udara di kawasan-kawasan tersebut.
Serangan ini terjadi hanya beberapa hari sebelum pemerintah Lebanon dijadwalkan menggelar pertemuan untuk membahas rencana pelucutan senjata Hizbullah di wilayah-wilayah dekat perbatasan dengan Israel.
Israel diketahui secara berkala melakukan serangan udara ke Lebanon dengan alasan menanggapi ancaman dari Hizbullah. Padahal, gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah yang dimediasi Amerika Serikat dan Prancis telah diberlakukan sejak 27 November 2024.



