Serangan Udara Israel Hantam Lebanon, Bangunan di Kota Sidon Hancur

38 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTAIsrael kembali melancarkan serangan udara ke sejumlah wilayah di Lebanon pada Senin (5/1) hingga Selasa (6/1) pagi waktu setempat. Salah satu target serangan dilaporkan berada di Sidon, kota terbesar ketiga di Lebanon, berdasarkan keterangan dari sumber Israel dan Lebanon.

Rekaman yang beredar luas di media sosial memperlihatkan kerusakan signifikan di kawasan pesisir Sidon. Kepulan asap hitam tampak membumbung tinggi setelah serangan udara yang terjadi sekitar pukul 01.00 dini hari waktu setempat.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Kantor Berita Nasional Lebanon yang dikelola pemerintah menyebut serangan tersebut menghancurkan sebuah bangunan komersial di kawasan industri Sidon. Sementara itu, stasiun televisi pemerintah Israel, Kan TV, melaporkan adanya sejumlah korban luka, meski hingga kini belum ada informasi resmi terkait korban jiwa.

Pasukan Pertahanan Israel (Israel Defense Forces/IDF) mengonfirmasi serangan tersebut melalui pernyataan resmi yang dirilis pada Selasa pagi. IDF menyebut gelombang serangan yang dimulai sejak Senin itu menyasar sejumlah lokasi yang diklaim terkait Hizbullah dan Hamas di berbagai wilayah Lebanon.

- Advertisement -

“Serangan tersebut menargetkan beberapa fasilitas penyimpanan senjata dan struktur militer, baik di atas maupun di bawah tanah, yang digunakan oleh Hizbullah untuk melancarkan serangan terhadap tentara IDF dan terhadap Negara Israel, serta untuk membangun kembali kapabilitas militernya,” kata IDF, dikutip Holopis.com, Selasa (6/1).

Militer Israel juga menyatakan bahwa serangan udara tersebut menghantam lokasi produksi senjata milik Hamas di wilayah Lebanon selatan.

Dalam operasi yang dilakukan pada Senin malam, pesawat tempur Israel menargetkan bangunan di empat desa di Lebanon selatan serta di wilayah dekat perbatasan timur negara tersebut. Kantor Berita Nasional Lebanon melaporkan empat rumah hancur, sementara sejumlah kendaraan dan toko mengalami kerusakan berat. Sebuah rudal yang tidak meledak dilaporkan memutus akses jalan di salah satu lokasi.

Seorang sumber keamanan Lebanon menyebutkan bahwa pesawat tempur Israel melancarkan sekitar 10 serangan udara di kawasan-kawasan tersebut.

Serangan ini terjadi hanya beberapa hari sebelum pemerintah Lebanon dijadwalkan menggelar pertemuan untuk membahas rencana pelucutan senjata Hizbullah di wilayah-wilayah dekat perbatasan dengan Israel.

Israel diketahui secara berkala melakukan serangan udara ke Lebanon dengan alasan menanggapi ancaman dari Hizbullah. Padahal, gencatan senjata antara Israel dan Hizbullah yang dimediasi Amerika Serikat dan Prancis telah diberlakukan sejak 27 November 2024.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
38 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Kamboja Janji Jalankan Gencatan Senjata dengan Thailand Secara Ketat

Presiden Senat Kamboja Samdech Techo Hun Sen menegaskan komitmen Kamboja untuk menjalankan gencatan senjata dengan Thailand.

Mahfud MD Sebut Trump Langgar Azas Teritori

Mahfud MD menilai apa yang dilakukan Donald Trump kepada Nicolas Maduro bisa menjadi preseden buruk bagi tatanan hubungan internasional.

AS Ngotot soal Greenland, Rubio Tegaskan Bukan Lewat Invasi tapi Skema Pembelian

Menlu Marco Rubio dalam pengarahan dengan para legislator itu menyampaikan Washington tak berencana menginvasi Greenland dengan kekuatan militer.

Donald Trump Umumkan Venezuela Akan Serahkan Puluhan Juta Barrel Minyak ke AS

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa pemerintahan sementara Venezuela akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barrel minyak mentah.

Badai Salju Terjang Suriah Utara, Lebih dari 150 Ribu Pengungsi Terdampak

Badai salju yang melanda wilayah Suriah utara pada 31 Desember lalu menghantam sedikitnya 90 lokasi pengungsian.

GMNI Ingatkan Indonesia Waspada Pasca Trump Tangkap Maduro

Ketua DPP GMNI menilai apa yang dilakukan Trump kepada Maduro bisa terjadi ke negara lain, jika kasus tersebut didiamkan.

Terbaru

holopis holopis