Lampaui Target, Transaksi Harbolnas 2025 Tembus Rp36,4 Triliun

19 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Program Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas) 2025 mencatatkan hasil positif, sepanjang pelaksanaan pada 10–16 Desember 2025, total transaksi Harbolnas tercatat mencapai Rp36,4 triliun, melampaui target awal sebesar Rp33–34 triliun.

Capaian tersebut sekaligus menunjukkan pertumbuhan signifikan dibandingkan Harbolnas 2024 yang membukukan transaksi Rp31,2 triliun. Secara tahunan (year on year), nilai transaksi Harbolnas 2025 naik 17 persen.

- Advertisement -

“Harbolnas berhasil membuktikan perayaan belanja dapat menjadi momentum strategis, yaitu sebagai stimulus dalam meningkatkan daya beli masyarakat jelang akhir tahun,” ujar Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso dalam keterangan tertulis, dikutip Holopis.com, Senin (5/1/2026).

Mendag Busan, sapaan akrabnya menyebut, bahwa keberhasilan Harbolnas 2025 juga ditopang oleh tingginya partisipasi pelaku usaha. Tercatat lebih dari 1.300 pelaku usaha ikut ambil bagian, mulai dari pedagang (merchant), ritel daring, hingga penyedia layanan lokapasar atau marketplace.

- Advertisement -

Tak hanya dari sisi nilai transaksi, Harbolnas 2025 juga mencatatkan kontribusi kuat dari produk dalam negeri. Mendag mengungkapkan, produk lokal menyumbang 45,6 persen dari total transaksi atau setara Rp16,6 triliun, meningkat sekitar 3 persen atau Rp500 miliar dibandingkan capaian produk lokal pada Harbolnas 2024.

Adapun tiga kategori produk lokal yang paling banyak diburu konsumen selama Harbolnas 2025 adalah fesyen dan pakaian olahraga, produk perawatan diri (personal care), serta makanan dan minuman.

Tren ini menunjukkan preferensi konsumen terhadap produk kebutuhan sehari-hari yang memiliki nilai tambah lokal.

Live Shopping Jadi Favorit Konsumen

Dari sisi perilaku belanja, fitur live shopping menjadi primadona selama Harbolnas 2025. Mendag memaparkan, sekitar 80 persen konsumen memanfaatkan fitur belanja langsung tersebut.

Interaksi real-time, ulasan produk secara langsung, serta kemudahan bertanya kepada penjual menjadi faktor utama tingginya minat konsumen.

Sebaliknya, fitur permainan atau gamifikasi seperti pengumpulan poin dan kenaikan peringkat hanya diminati 31 persen konsumen. Sementara itu, fitur lelang (bid) tercatat paling rendah peminatnya dengan angka 7 persen.

Selain live shopping, strategi pemasaran melalui afiliator juga menunjukkan hasil positif. Sebanyak 54 persen konsumen Harbolnas 2025 melakukan pembelian melalui tautan yang dibagikan afiliator di berbagai platform media sosial.

“Harbolnas dapat terus menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV. Program ini juga sejalan dengan pelaksanaan Every Purchase is Cheap (EPIC) Sale dan Belanja di Indonesia Aja (BINA) Great Sale, yang jika ketiganya digabungkan menargetkan nilai transaksi hingga Rp110 triliun untuk 2025,” tandas Mendag.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
19 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru