HOLOPIS.COM, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu polemik internasional setelah menegaskan bahwa Amerika Serikat membutuhkan Greenland untuk kepentingan pertahanan. Pernyataan tersebut disampaikan Trump di tengah sorotan global atas intervensi militer AS di Venezuela, yang disebutnya bisa menjadi sinyal bahwa negara lain berpotensi menjadi sasaran berikutnya.
“Kami memang membutuhkan Greenland, sangat membutuhkan. Kami membutuhkannya untuk pertahanan,” ujar Trump kepada awak media, dikutip Holopis.com, Senin (5/1).
Dalam pernyataannya, Trump enggan menarik garis tegas antara serangan AS ke Venezuela dan isu Greenland. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada pihak lain untuk menafsirkan implikasi aksi militer tersebut.
“Mereka harus menilainya sendiri. Saya benar-benar tidak tahu. Anda tahu, saat itu saya tidak merujuk pada Greenland. Tetapi kami memang membutuhkan Greenland, sangat membutuhkan,” katanya.
Pernyataan Trump langsung mendapat respons keras dari Denmark. Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak memiliki hak untuk menganeksasi Greenland, yang merupakan wilayah otonom dalam Kerajaan Denmark.
“Saya harus menyampaikannya secara langsung kepada AS,” kata Frederiksen dalam pernyataan resmi.
Ia lalu menolak keras gagasan bahwa Washington berhak mengambil alih Greenland. Ia menegaskan bahwa AS tidak memiliki hak untuk mencaplok salah satu bagian dari Kerajaan Denmark, yang terdiri dari Denmark, Greenland, dan Kepulauan Faroe.
Sebagai informasi, ini bukan pertaman kalinya Donald Trump mengungkit Greenland semasa kepemimpinannya sebagai presiden Amerika Serikat. Sepanjang tahun lalu, Presiden AS itu berulang kali menyuarakan keinginannya agar Amerika Serikat mengambil alih pulau di kawasan Arktik tersebut. Pernyataan itu secara konsisten ditolak oleh pemerintah Greenland, Denmark, serta Uni Eropa.
Pemerintahan Trump kerap menyebut alasan keamanan nasional, kepentingan strategis di kawasan Arktik, serta potensi cadangan mineral dan sumber daya alam sebagai dasar ketertarikan AS terhadap Greenland.
Pernyataan Trump soal Greenland juga muncul tak lama setelah ia mengumumkan bahwa Amerika Serikat akan ‘mengelola’ Venezuela usai operasi militer yang berujung pada penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istrinya.
Langkah tersebut menuai kecaman luas dari komunitas internasional, yang menilai aksi militer AS sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan sebuah negara.

