HOLOPIS.COM, JAKARTA – Tindakan Amerika Serikat (AS) yang menyerang Venezuela lalu menculik Presiden Nicolas Maduro dikhawatirkan berdampak negatif terhadap gejolak harga minyak dunia. Venezuela merupakan salah satu negara dengan pasokan cadangan minyak terbesar di dunia.
Ekonom menganalisa gejolak politik di Venezuela saat ini belum terlalu berdampak terhadap harga minyak dunia.
Bhima menjelaskan demikian karena harga minyak mentah sejak awal 2026 masih berada di level rendah. Harga itu mengalami koreksi hingga 22 persen dalam setahun terakhir dan belum ada tanda rebound.
Pun, ia menambahkan meski Venezuela punya cadangan minyak terbesar di dunia, tapi dalam insiden serangan AS ke Caracas belum memicu lonjakan harga energi di pasar global.
Bhima mengatakan munculnya gejolak geopolitik yang berpengaruh ke dampak harga minyak biasanya terlihat dengan adanya peralihan minat investor ke dolar AS sebagai aset aman.
Dia menambahkan untuk saat ini indeks dolar AS terhadap mata uang lain juga masih fluktuatif di level 98.
“Belum terlihat kepanikan investor global karena kejadian di Venezuela,” kata Bhima, dalam keterangannya, Senin, (5/1/2026).
Langkah AS yang melakukan operasi militer ke Caracas, Venezuela jadi cibiran dunia internasional. Militer AS juga menculik Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan istri, Cilia Flores.
Usai militer AS menyerang Caracas, Presiden AS Donald Trump dengan pede menyampaikan pihaknya untuk sementara waktu akan memimpin Venezuela hingga transisi kekuasaan pengganti Maduro secara definitif.
Untuk saat ini, Venezuela dipimpin Presiden sementara, Delcy Rodriguez usai Maduro diculik AS. Trump sudah mengeluarkan ancaman ke Rodriguez seandainya politikus perempuan itu tak menuruti perintah AS. Bahkan, Washington sudah menyiapkan ribuan pasukan beserta armada untuk menyerang Venezuela jika Rodriguez tak mematuhi AS.

