AS Kerek Surplus, China Malah Sumbang Defisit Neraca Dagang

57 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Amerika Serikat (AS) menjadi negara penyumbang surplus terbesar dalam neraca perdagangan barang Indonesia sepanjang Januari hingga November 2025.

Secara kumulatif, neraca perdagangan Indonesia pada periode tersebut membukukan surplus sebesar US$38,54 miliar, yang terutama ditopang oleh kinerja perdagangan nonmigas.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menjelaskan bahwa surplus tersebut berasal dari kuatnya kinerja ekspor nonmigas, meskipun sektor migas masih mencatatkan defisit.

“Surplus sepanjang Januari hingga November 2025 ini ditopang oleh surplus komoditas nonmigas sebesar US$56,15 miliar, sementara komoditas migas masih mengalami defisit US$17,61 miliar,” ujar Pudji Ismartini dalam konferensi pers, dikutip Holopis.com, Senin (5/1/2026).

- Advertisement -

Berdasarkan data BPS, AS menjadi kontributor terbesar surplus neraca perdagangan Indonesia, baik untuk komoditas migas maupun nonmigas. Dalam neraca perdagangan total, surplus Indonesia dengan negeri Paman Sam itu tercatat mencapai US$16,54 miliar.

“Untuk neraca perdagangan total, yaitu migas dan nonmigas, tiga negara penyumbang surplus terbesar adalah Amerika Serikat sebesar US$16,54 miliar,” sambungnya.

Selain AS, India menempati posisi kedua sebagai negara penyumbang surplus terbesar dengan nilai US$12,06 miliar. Filipina menyusul di posisi ketiga dengan surplus sebesar US$7,81 miliar.

Dominasi AS sebagai pasar ekspor utama Indonesia terlihat lebih kuat pada neraca perdagangan nonmigas. BPS mencatat surplus perdagangan nonmigas Indonesia dengan Amerika Serikat mencapai US$19,21 miliar.

Nilai surplus tersebut lebih tinggi dibandingkan surplus dengan India yang tercatat sebesar US$12,16 miliar dan Filipina sebesar US$7,71 miliar.

Di sisi lain, BPS juga menyoroti masih besarnya defisit neraca perdagangan Indonesia dengan sejumlah negara mitra dagang utama. Dalam neraca perdagangan, Tiongkok tercatat sebagai negara penyumbang defisit terdalam.

“Sedangkan negara penyumbang defisit terdalam adalah Tiongkok sebesar -US$17,74 miliar, Australia sebesar -US$5,04 miliar, yang ketiga adalah Singapura sebesar -US$4,66 miliar,” tutur Pudji.

Kondisi defisit tersebut juga terjadi pada neraca perdagangan nonmigas. Tiongkok kembali mencatatkan defisit terbesar bagi Indonesia dengan nilai minus US$19,28 miliar. Selanjutnya Australia dengan defisit minus US$4,33 miliar dan Brasil sebesar minus US$1,65 miliar.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
57 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis