HOLOPIS.COM, JAKARTA – Sejumlah negara Asia Tenggara menyampaikan keprihatinan atas serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela yang disertai penangkapan Presiden Nicolas Maduro. Di tengah meningkatnya ketegangan, negara-negara ASEAN menekankan pentingnya penyelesaian damai sesuai hukum internasional, sekaligus memastikan keselamatan warga negaranya yang berada di Venezuela.
Malaysia : Tolak Intervensi Asing dan Penggunaan Kekuatan
Pemerintah Malaysia secara tegas menolak segala bentuk campur tangan asing dalam urusan dalam negeri negara lain, termasuk penggunaan kekuatan militer. Sikap tersebut disampaikan Kementerian Luar Negeri Malaysia dalam pernyataan resmi.
“Sebagai prinsip, Malaysia menentang segala bentuk intervensi asing dalam urusan dalam negeri negara lain, termasuk ancaman atau penggunaan kekuatan,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Malaysia, dikutip Holopis.com, Minggu (4/1).
Malaysia menegaskan bahwa prinsip tersebut sejalan dengan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan hukum internasional.
“Malaysia secara konsisten menjunjung pentingnya penyelesaian sengketa secara damai melalui dialog, penghormatan terhadap kedaulatan, serta kepatuhan pada norma-norma internasional,” lanjut pernyataan tersebut.
Thailand: Serukan Penyelesaian Damai dan Perlindungan Warga Sipil
Thailand turut menyampaikan keprihatinan atas perkembangan situasi di Venezuela. Pemerintah Thailand menyatakan terus memantau kondisi keamanan dan menyerukan agar konflik diselesaikan melalui jalur damai.
“Thailand menyerukan kepada seluruh pihak terkait untuk menyelesaikan konflik melalui cara-cara damai, sesuai dengan Piagam PBB dan hukum internasional,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri Thailand.
Thailand juga menekankan pentingnya menahan diri untuk mencegah meningkatnya kekerasan.
Filipina: Keluarkan Imbauan Keselamatan bagi Warga
Pemerintah Filipina menyatakan pihaknya memantau secara ketat perkembangan situasi di Venezuela menyusul serangan Amerika Serikat. Departemen Luar Negeri Filipina menegaskan kesiapan memberikan bantuan kepada warga Filipina yang berada di negara tersebut.
“Filipina menyerukan kepada pihak-pihak terkait untuk menyelesaikan perselisihan melalui cara-cara damai dan menahan diri guna mencegah eskalasi konflik,” demikian pernyataan Departemen Luar Negeri Filipina.
Pemerintah Filipina juga menyebut Kedutaan Besar Filipina di Bogota, yang merangkap misi non-residen untuk Venezuela, telah mengeluarkan imbauan perjalanan dan keselamatan bagi warga Filipina.
“Kedutaan siap memberikan bantuan yang diperlukan dan sesuai untuk menjaga warga Filipina tetap aman,” lanjut pernyataan tersebut.
Vietnam: Tekankan Penghormatan Kedaulatan dan Hukum Internasional
Vietnam turut menyampaikan seruan kepada semua pihak agar menghormati hukum internasional dalam menyikapi krisis di Venezuela. Pemerintah Vietnam menekankan pentingnya prinsip kedaulatan negara dan larangan penggunaan kekuatan dalam hubungan internasional.
Vietnam menyatakan bahwa Piagam PBB dan hukum internasional harus menjadi landasan utama dalam menyelesaikan konflik, serta menegaskan perlunya menahan diri demi menjaga stabilitas dan melindungi warga sipil.
Bagaimana dengan Indonesia?
Sementara itu, pemerintah Indonesia merespons serangan berskala besar Amerika Serikat ke Venezuela dengan menyerukan pentingnya langkah damai di tengah meningkatnya eskalasi situasi. Seruan tersebut disampaikan menyusul klaim Amerika Serikat terkait penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro dalam operasi militer yang memicu ketegangan internasional.
“Indonesia menyerukan kepada seluruh pihak terkait untuk mengedepankan penyelesaian secara damai melalui langkah-langkah de-eskalasi dan dialog,” demikian pernyataan @Kemlu_RI di X, dikutip Holopis.com, Minggu (4/1).
Dalam pernyataan yang sama, Indonesia menekankan agar keselamatan warga sipil tetap menjadi prioritas utama di tengah konflik yang berkembang di negara Amerika Selatan tersebut.


