HOLOPIS.COM, JAKARTA – Kereta cepat Whoosh tidak hanya ramai oleh penumpang domestik selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru), tetapi juga dipadati wisatawan mancanegara yang ingin berlibur ke Bandung. Dalam kurun 10 hari, sejak 18 Desember 2025, tercatat sekitar 13 ribu penumpang Whoosh berasal dari luar negeri.
Dari jumlah tersebut, wisatawan asal Malaysia mendominasi dengan kontribusi sekitar 7 ribu penumpang, atau lebih dari separuh total penumpang asing. Selama periode libur Nataru, rata-rata terdapat sekitar 750 hingga 1.000 warga negara Malaysia per hari yang menggunakan Whoosh untuk perjalanan Jakarta–Bandung.
“Hal ini menunjukkan bahwa Whoosh tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga bagian dari pengalaman wisata yang diminati wisatawan mancanegara saat berkunjung ke Indonesia,” ujar General Manager Corporate Secretary KCIC, Eva Chairunisa, dikutip Holopis.com, Rabu (31/12).
Bandung sendiri memang telah lama menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan Malaysia. Di media sosial, khususnya TikTok, banyak wisatawan asing yang membagikan pengalaman mereka menjajal kereta cepat Whoosh. Daya tarik ini juga diperkuat oleh kerja sama KCIC dengan sejumlah destinasi wisata populer di Bandung, seperti penawaran tiket masuk gratis hingga layanan antar-jemput khusus bagi penumpang Whoosh.
Secara kumulatif, sejak mulai beroperasi secara komersial dua tahun lalu, Whoosh telah melayani sekitar 394 ribu penumpang warga negara asing. Sekitar 75 persen di antaranya merupakan wisatawan berkewarganegaraan Malaysia.
Selama periode libur Nataru, KCIC juga mencatat lonjakan jumlah penumpang harian. Jika pada hari biasa Whoosh melayani sekitar 16 hingga 18 ribu penumpang per hari, angka tersebut meningkat menjadi 22 hingga 24 ribu penumpang. Untuk mengantisipasi peningkatan ini, KCIC menyiapkan posko keamanan dan kesehatan di setiap stasiun, serta mengerahkan ribuan petugas keamanan dan layanan.


