Curhat Warga Aceh Utara ke Mendagri Tito, Bantuan Tak Cair karena Data

66 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mendatangi daerah terdampak bencana di Kabupaten Aceh Utara, Aceh. Di momen itu, Tito sempat berdialog dengan seorang ibu korban bencana soal rumahnya yang tersapu banjir bandang.

Sang ibu terlihat menangis sesegukan saat bicara dengan Tito. Dengan wajah sedih lalu mengusap air matanya pakai kerudung, perempuan paruh baya itu mengaku belum juga terima bantuan. Padahal, rumahnya rusak berat imbas banjir bandang.

- Advertisement -Hosting Terbaik

Tito pun bergegas memanggil Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil. Saat itu, kebetulan Ismail menemani Tito menemui warga terdampak banjir di Desa Geudumbak, Langkahan, Aceh Utara.

Di depan warga, mantan Kapolri itu beri masukan ke Ismail agar dana dari pemerintah pusat untuk warga terdampak bisa segera cair. Menurut dia, penting data dari kepala desa soal daftar rumah yang rusak ringan, sedang, dan berat.

- Advertisement -

“Pak Bupati, buat saja daftar namanya berdasarkan (data) dari keuchik-keuchik (kepala desa) ini. (Mana) yang rumahnya rusak ringan atau rusak berat,” kata Tito, dalam potongan video yang dikutip pada, Rabu, (31/12/2025).

Merespons itu, Ismail terlihat mengangguk-nganguk mendengar saran dari Tito. Dia menyampaikan akurat data penting dan jadi syarat agar bantuan untuk warga segera cair.

Tito bilang jika sudah ada daftarnya maka pemerintah pusat akan mendorong ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Supaya begitu dapat daftar (namanya), BNPB segera mencairkan uangnya. Uangnya sudah ada, tapi mereka (BNPB) mau memberikan ke siapa (kalau tidak ada daftar namanya)?” tutur eks Kapolda Metro Jaya itu.

Tito mengkritisi ketiadaan data dari daerah berpengaruh terhadap pencairan dana untuk warga terdampak. Dia mengingatkan, keberadaan data by name by address dari pemerintah kabupaten saat ini sangat penting.

Menurut Tito, ada kebuntuan karena minimnya data by name by adress.

“Ini persoalan ada kebuntuan di sini. Nah, ini yang sangat diperlukan (adalah) data dari kabupaten, secepat mungkin,” ujar Tito.

Kebijakan pemerintah dalam pemulihan pascabencana, sudah menyiapkan bantuan renovasi rumah untuk warga terdampak. Untuk warga yang rumahnya rusak ringan akan mendapat bantuan renovasi sebesar Rp15 juta. Adapun warga dengan rumahnya rusak sedang akan dijatah bantuan Rp30 juta.

Kemudian, untuk warga dengan rumah rusak berat, maka disiapkan bantuan hunian sementara (huntara). Selain itu, ada opsi bantuan biaya jika mereka tinggal di rumah kerabat keluarga. Setelah itu, huntara juga akan tetap dibangun.

Namun, Tito menyampaikan, jumlah bantuan renovasi rumah kemungkinan bisa bertambah. Misalnya jumlah bantuan Rp30 juta untuk rumah rusak ringan. Lalu, Rp60 juta untuk rumah rusak sedang.

“Ini nanti kita lapor ke Presiden (Prabowo Subianto) yang akan datang ke sini. Yang penting laporan dari keuchik-nya. Keuchiknya harus tanggung jawab,” kata Tito.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
66 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis