Minggu, 22 Feb 2026
BREAKING
Minggu, 22 Feb 2026
MEMUAT...
-- --- ----
00:00:00
...
-- ...
Imsak 00:00
Subuh 00:00
Dzuhur 00:00
Ashar 00:00
Maghrib 00:00
Isya 00:00

Sektor Ekraf Raup Investasi Rp132 Triliun dan Serap 27 Juta Tenaga Kerja

8 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Indonesia mencatatkan tonggak sejarah baru dalam peta ekonomi nasional. Bukan lagi bergantung sepenuhnya pada komoditas alam, pemerintah secara resmi memproyeksikan sektor ekonomi kreatif (ekraf) sebagai “tambang baru” yang menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2025.

Dalam acara Ekraf Annual Report (EAR) 2025 yang digelar di Thamrin Nine Ballroom, Senin (22/12/2025), Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengungkapkan bahwa sektor ini telah bertransformasi dari sekadar potensi menjadi realitas ekonomi yang sistemik.

- Advertisement -

Data kinerja yang dipaparkan menunjukkan angka-angka krusial yang melampaui ekspektasi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025. Sektor ini membuktikan daya saingnya melalui capaian nilai ekspor yang signifikan, di mana pada periode Januari hingga Oktober 2025, angka ekspor telah mencapai 26,68 miliar dolar AS. Jumlah ini setara dengan 11,96% dari total ekspor non-migas nasional.

Dari sisi penanaman modal, realisasi investasi ekraf hingga Triwulan III tahun 2025 tercatat sebesar Rp132,04 triliun. Capaian ini merupakan pencapaian luar biasa karena telah menyentuh angka 107% dari target tahunan yang ditetapkan. Hal ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor terhadap ekosistem kreatif Indonesia.

- Advertisement -

Selain itu, sektor ini menunjukkan peran vitalnya dalam aspek sosial-ekonomi dengan menyerap sebanyak 27,4 juta tenaga kerja. Angka tersebut menegaskan efektivitas ekonomi kreatif sebagai sektor padat karya yang mampu menciptakan lapangan kerja berbasis talenta secara masif di seluruh wilayah Indonesia.

“Ekonomi kreatif bukan lagi sekadar potensi, melainkan tambang baru yang tumbuh dari daerah. Data dan kolaborasi yang kuat memastikan kebijakan kami tepat sasaran dan berdampak luas,” tegas Menteri Teuku Riefky.

Keunikan pertumbuhan ekraf tahun ini terletak pada implementasi Asta Ekraf, sebuah kerangka strategi 8 klaster yang menyasar dari hulu hingga hilir, mulai dari manajemen data talenta, penyediaan infrastruktur, hingga komersialisasi kekayaan intelektual (IP).

Sepanjang tahun 2025, sejumlah program unggulan telah menjadi motor penggerak transformasi ini. Salah satunya adalah Tekoteh (Temu Komunitas Talenta Ekraf), yang berfungsi sebagai wadah dialog strategis. Program ini membuka ruang komunikasi langsung antara pemerintah dengan pelaku ekonomi kreatif di tingkat akar rumput guna menyerap aspirasi secara orisinal.

Selain itu, fokus pada inklusivitas digital diwujudkan melalui inisiatif GenMatic dan Emak-Emak Matic. Program pelatihan ini dirancang khusus untuk meningkatkan kapasitas literasi digital bagi generasi muda serta ibu rumah tangga, guna memastikan mereka mampu mengoptimalkan peluang ekonomi di ekosistem digital yang kian berkembang.

Di kancah internasional, pemerintah meluncurkan Wonder Voice of Indonesia. Program ini menjadi instrumen utama dalam memperkuat daya saing subsektor suara dan konten kreatif nasional. Tujuannya adalah memastikan talenta lokal memiliki posisi tawar yang kuat dan mampu berbicara banyak di panggung global.

Di panggung internasional, Indonesia memperkuat posisinya melalui kerja sama strategis, termasuk nota kesepahaman (MoU) dengan Pemerintah Prancis saat kunjungan Presiden Emmanuel Macron.

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menekankan posisi kementeriannya sebagai fasilitator bagi para “pejuang ekraf”. Ia menggarisbawahi pentingnya ekosistem hexahelix untuk mendorong produk lokal agar tidak hanya merajai pasar domestik, tetapi juga mancanegara.

Selain prestasi ekonomi, kementerian yang baru seumur jagung ini juga meraih predikat “Informatif” dari Komisi Informasi Pusat (KIP), menduduki peringkat ke-25 dari 86 lembaga negara menjadi sebuah bukti transparansi tata kelola publik yang baik.

Menatap tahun 2026, Kementerian Ekraf telah menyiapkan langkah eskalasi melalui berbagai inisiatif strategis. Salah satu prioritas utama adalah Akselerasi Ekspor Kreasi Indonesia (ASIK), yang dirancang khusus untuk mendorong produk kreatif lokal agar mampu menembus dan bersaing di pasar global secara lebih agresif.

Selanjutnya, Indonesia bersiap menjadi tuan rumah World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026. Pertemuan tingkat dunia ini diharapkan akan melibatkan partisipasi aktif dari lebih dari 50 negara, sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai pemimpin pemikiran di sektor ekonomi kreatif internasional.

Di tingkat domestik, pemerintah akan menghadirkan Kreatorium (Kreasi Laboratorium). Inisiatif ini difokuskan pada pengembangan ekosistem pekerja gig economy di wilayah perkotaan, guna memastikan para pekerja kreatif mandiri memiliki dukungan infrastruktur dan jejaring yang memadai untuk berkembang.

Pemerintah juga sedang mematangkan regulasi jangka panjang melalui Perpres Rencana Induk Ekonomi Kreatif (Rindekraf) 2026-2045, yang akan mengintegrasikan ekraf dengan program nasional lainnya seperti Koperasi Desa Merah Putih dan Sekolah Garuda.

Dengan capaian ini, Ekonomi Kreatif Indonesia tidak lagi dipandang sebagai sektor penunjang, melainkan pilar utama yang memastikan pembangunan nasional bersifat inklusif, inovatif, dan berakar kuat dari kreativitas daerah.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
8 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru