HOLOPIS.COM, JAKARTA – Di tengah akselerasi pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kini membidik peran yang lebih strategis dari sekadar tetangga geografis.
Melalui audiensi resmi di La Moringa, Jakarta, Selasa (16/12/2025), Menteri Ekonomi Kreatif /Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, bersama Bupati PPU, Mudyat Noor, merumuskan peta jalan untuk menjadikan PPU sebagai pusat gravitasi ekonomi kreatif baru di Indonesia Timur. Pertemuan ini bukan sekadar diskusi rutin, melainkan sebuah langkah kurasi strategis untuk menentukan identitas unik PPU di tengah transformasi nasional.
Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menekankan bahwa kehadiran kementeriannya adalah untuk mengawal agar talenta lokal PPU mampu bersaing di level nasional maupun internasional. Fokus utama saat ini adalah mengidentifikasi subsektor unggulan yang dapat menjadi ikon daerah.
“Ekonomi kreatif adalah mesin pertumbuhan yang inklusif. Kami ingin mengkurasi sektor mana yang paling potensial untuk dijadikan wajah Kabupaten PPU, sehingga ia tidak hanya menarik perhatian wisatawan dan investor, tetapi juga menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengelola keunggulan lokal,” ujar Menteri Teuku Riefky.
Secara administratif dan geopolitik, PPU merupakan wilayah kunci seluas 243.292 hektare yang berbatasan langsung dengan IKN dan Selat Makassar. Dengan populasi yang menembus 203.661 jiwa pada semester I 2025, PPU diproyeksikan menjadi bagian integral dari Kawasan Superhub Ekonomi IKN.
Kebijakan nasional kini menetapkan PPU sebagai pusat pengembangan multi-sektor yang komprehensif. Hal ini mencakup penguatan industri kreatif berbasis potensi lokal, pengembangan sektor pangan dan perikanan melalui teknologi modern, serta optimalisasi destinasi pariwisata sebagai kawasan penyangga utama bagi ibu kota baru.
Bupati PPU, Mudyat Noor, menegaskan komitmennya untuk membangun ekosistem kreatif yang komprehensif, mulai dari industri perfilman hingga kriya. Menurutnya, status PPU sebagai daerah penunjang IKN harus dimanfaatkan untuk menciptakan nilai tambah ekonomi melalui kreativitas.
“Kami siap berkolaborasi secara total. Dari subsektor film hingga produk kreasi tangan masyarakat, kami ingin ekonomi kreatif Penajam dikenal hingga ke tingkat global,” tegas Mudyat Noor.
Sinergi ini diharapkan dapat menciptakan identitas kreatif yang kuat bagi PPU, memastikan bahwa pembangunan di sekitar IKN tidak hanya menyentuh aspek infrastruktur fisik, tetapi juga membangun kedaulatan ekonomi melalui inovasi dan budaya.


