HOLOPIS.COM, JAKARTA – Hantu Siaru-aru terus hidup di tengah masyarakat Sumatera, terutama di Kabupaten Solok. Sosok ini dipercaya sebagai makhluk halus yang kerap menyesatkan orang di hutan dengan cara “mengajak berjalan jauh” hingga tak kembali.
Warga setempat menggambarkannya sebagai makhluk yang membawa korbannya berkeliling tanpa henti di belantara.
Dalam berbagai kisah menyebutkan sosok ini sering muncul sebagai perempuan cantik berambut panjang, bersuara lembut, dan berjalan melayang tanpa menapak tanah. Dalam banyak cerita, makhluk ini selalu hadir dalam rupa perempuan.
Hantu Siaru-aru bertindak seperti penunjuk jalan palsu bagi pendaki dan penjelajah hutan. Suara perempuan yang terdengar familiar tiba-tiba memanggil dari kejauhan, seolah mengarahkan seseorang menuju jalur yang benar. Namun ketika diikuti, suara itu justru membawa korban masuk semakin dalam ke hutan.
Beberapa kisah menyebutkan jalur yang ditempuh tampak lapang dan bersih, sementara cerita lain mengatakan korbannya justru terus berputar di rute yang sama. Mereka yang mengikuti suara itu diyakini masuk dalam perangkap Hantu Siaru-aru, dan tanpa disadari kembali ke titik awal berkali-kali, bahkan bisa berlangsung selama berhari-hari hingga bertahun-tahun.

Dalam banyak laporan masyarakat, kasus orang hilang di hutan kerap dikaitkan dengan makhluk ini. Warga percaya korban biasanya hilang setelah mengucapkan kata-kata sombong saat memasuki hutan atau gunung, sehingga dianggap mengundang makhluk tersebut.
Warga setempat membagikan satu nasihat penting untuk menghindari gangguan Siaru-aru. “Kalau suara perempuan cantik memanggilmu di hutan, cepatlah menjauh,”
Cerita mengenai Hantu Siaru-aru hingga kini tetap menjadi bagian dari folklore lokal yang diwariskan turun-temurun, sekaligus peringatan bagi siapa pun yang memasuki hutan agar tetap menjaga ucapan dan kewaspadaan.

