Preah Vihear: Kuil Seribu Tahun yang Jadi Sengketa Abadi Kamboja-Thailand

3 Shares

HOLOPIS.COM, PHNOM PENH – Di puncak tebing Pegunungan Dangrek, berdiri megah Kuil Preah Vihear, sebuah mahakarya arsitektur Khmer abad ke-11 yang menjadi Warisan Dunia UNESCO. Kuil ini bukan hanya menawarkan panorama menakjubkan dan ukiran dewa Siwa, tetapi juga menawarkan pengalaman wisata yang unik, yang berada di “titik nol” sengketa teritorial terpanjang antara Kamboja dan Thailand.

Bagi para penikmat destinasi wisata sejarah dan arkeologi yang intens, Preah Vihear adalah tempat yang wajib dikunjungi, menawarkan pelajaran mendalam tentang peradaban kuno dan geopolitik modern.

- Advertisement -

Secara resmi, Kuil Preah Vihear berada di bawah kedaulatan Kamboja, sesuai keputusan Mahkamah Internasional (ICJ) tahun 1962 dan klarifikasi tahun 2013. Namun, lokasi strategis candi yang berada persis di tepi punggungan gunung menjadikannya simbol nasionalisme yang sensitif bagi kedua negara.

Kuil ini memukau dengan lima gopura (gerbang) yang berurutan dan relief-relief Hindu yang masih terjaga. Posisinya yang meninggi memberikan nuansa spiritual yang mendalam. Pengunjung dapat menelusuri setiap lapisan gerbang yang menunjukkan kemegahan Kekaisaran Khmer.

- Advertisement -

Puncak daya tarik utama adalah pemandangan luar biasa yang membentang luas ke dataran rendah Kamboja. Dari ketinggian ini, Anda bisa merenungi betapa berharganya sepetak tanah yang diperebutkan ini, sekaligus menikmati pemandangan alam yang tak tertandingi.

Meskipun sudah ada upaya deeskalasi, di beberapa area sekitar tanjung kuil, Anda mungkin masih dapat melihat sisa-sisa bentrokan masa lalu. Jejak-jejak ini menjadi pengingat bisu akan ketegangan yang sering berubah menjadi pertempuran, menambah dimensi sejarah yang kelam pada kunjungan Anda.

Konflik antara Kamboja dan Thailand tidak hanya terfokus pada Preah Vihear. Ketegangan sering menyebar hingga ke gugusan kuil kuno lainnya yang terletak di sepanjang perbatasan, seperti Kuil Ta Muen Thom dan Ta Krabey.

Ta Muen Thom, misalnya, menjadi salah satu titik api bentrokan paling parah dalam eskalasi terbaru. Mengunjungi kuil ini menawarkan pemahaman yang lebih luas tentang betapa kompleksnya sengketa perbatasan yang didorong oleh sejarah kolonial dan klaim budaya.

Preah Vihear adalah bukti nyata bahwa situs bersejarah dapat menjadi sumber keindahan sekaligus konflik. Mengunjunginya bukan sekadar liburan, tetapi juga pelajaran mendalam tentang sejarah, geopolitik, dan perjuangan panjang sebuah bangsa atas kedaulatan wilayahnya.

Tips Berwisata Aman dan Penuh Etika di Wilayah Konflik

Wisatawan yang tertarik mengunjungi area Preah Vihear dan kuil di perbatasan lainnya harus memperhatikan beberapa hal penting:

  1. Cek Status Keamanan: Sebelum melakukan perjalanan, wajib memantau berita terbaru mengenai situasi keamanan di perbatasan. Meskipun gencatan senjata sering berlaku, ketegangan dapat meningkat dengan cepat.
  2. Pilih Jalur Akses: Akses ke Preah Vihear biasanya dilakukan dari sisi Kamboja (Provinsi Preah Vihear). Ikuti semua petunjuk dan batasan yang ditetapkan oleh otoritas militer dan penjaga situs.
  3. Hormati Sensitivitas: Situs ini adalah simbol kedaulatan yang sangat sensitif. Dilarang keras mengambil foto atau video yang melibatkan personel militer atau infrastruktur pertahanan tanpa izin. Jaga etika dan hormati penduduk setempat yang terdampak konflik.
  4. Siapkan Pemandu Lokal: Menggunakan jasa pemandu lokal yang memahami sejarah konflik dan kondisi lapangan sangat disarankan untuk mendapatkan konteks sejarah yang akurat dan memastikan keselamatan Anda.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
3 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru