HOLOPIS.COM, JAKARTA – Indonesia dikenal memiliki kekayaan budaya dan cerita rakyat yang beragam, termasuk legenda makhluk gaib yang berkembang di Kalimantan. Salah satu yang paling dikenal dan kerap menimbulkan rasa takut adalah hantu Mariaban.
Dalam cerita turun-temurun masyarakat setempat, Mariaban digambarkan sebagai makhluk bertubuh besar dengan bulu lebat, menyerupai kera raksasa. Sosok ini disebut memiliki mata merah menyala, taring tajam, serta kuku panjang yang mematikan. Warga meyakini Mariaban hidup dan menetap di kawasan hutan lebat yang jarang dijamah manusia.
Meski dikenal sebagai makhluk yang menyeramkan dan berbahaya, Mariaban justru kerap menjadi incaran sebagian masyarakat. Hal ini berkaitan dengan kepercayaan yang berkembang bahwa bulu Mariaban dapat mendatangkan jodoh sesuai keinginan bagi siapa pun yang berhasil mendapatkannya.
Cerita tersebut membuat Mariaban tidak hanya ditakuti, tetapi juga diburu. Namun, upaya mencari makhluk gaib ini diyakini memiliki risiko besar. Dalam berbagai kisah, Mariaban digambarkan sebagai sosok yang ganas dan mampu mencelakai bahkan membunuh manusia yang mengusiknya.
Selain bulunya, kuku Mariaban juga dipercaya memiliki kekuatan magis. Warga setempat menyebut kuku tersebut dapat dijadikan ajian untuk kebal terhadap senjata tajam. Meski demikian, penggunaan benda yang dikaitkan dengan kekuatan Mariaban disebut memiliki konsekuensi berbahaya. Konon, dampak buruk tidak hanya dapat menimpa pemiliknya, tetapi juga orang-orang terdekat.
Dalam versi cerita lainnya, Mariaban diyakini memiliki kemampuan berubah wujud, termasuk menjelma menjadi manusia. Kepercayaan ini membuat masyarakat setempat selalu waspada ketika berada di hutan. Sosok asing yang ditemui di tengah rimba disebut-sebut bisa saja merupakan jelmaan Mariaban.
Legenda hantu Mariaban hingga kini masih hidup dalam cerita rakyat Kalimantan dan menjadi bagian dari kekayaan folklor Indonesia. Kisah ini tidak hanya menggambarkan ketakutan terhadap makhluk gaib, tetapi juga mencerminkan nilai kehati-hatian masyarakat terhadap alam dan wilayah hutan yang dianggap sakral.

