Kerugian 350 Kios Pasar Induk Kramat Jati Terbakar Rp10 M, Renovasi Dikebut

45 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengecek lokasi kebakaran Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa, hari ini. Pramono ingin memastikan penanganan pascakebakaran berjalan cepat sehingga aktivitas perdagangan tetap terjaga.

Dia menuturkan dari insiden kebakaran itu menyebabkan 350 kios yang ditempati oleh sekitar 121 pedagang ludes terbakar. Pramono bilang luas area 6.196 meter persegi itu mesti direnovasi dalam waktu lima hari.

- Advertisement -Hosting Terbaik

“Dari hasil perhitungan, diperkirakan kerugian kebakaran mencapai Rp10 miliar,” kata Pramono, di Pasar Induk Kramat Jati, Selasa, (16/12/2025)

Pramono menuturkan renovasi lokasi kebakaran mesti dilakukan dengan cepat karena dalam waktu dekat ada Natal dan Tahun Baru atau Nataru.

- Advertisement -

“Penanganan ini saya minta dilakukan cepat. Maksimal lima hari harus selesai agar tidak mengganggu suplai dan pengadaan komoditas, terutama menjelang Natal dan Tahun Baru. Saya yakin semuanya bisa tertangani dengan baik,” jelas Pramono.

Gubernur DKI Pramono Anung meninjau lokasi kebakaran di Pasar Induk Kramatjati, Jaktim._HOLOPIS
Gubernur DKI Pramono Anung meninjau lokasi kebakaran di Pasar Induk Kramatjati, Jaktim. (Dok. Pemprov DKI)

 

Pun, dia mengatakan, bangunan pasar saat ini berada di bawah pengelolaan BUMD DKI Jakarta, Perumda Pasar Jaya, juga sudah diasuransikan. Maka itu, menurut dia, proses renovasi akan ditangani melalui mekanisme perusahaan asuransi sehingga bisa dilakukan secara cepat dan terukur.

“Seperti yang disampaikan Direktur Utama Perumda Pasar Jaya, kawasan ini diasuransikan. Renovasi selanjutnya akan ditangani melalui mekanisme asuransi,” jelas politikus PDIP itu.

Lebih lanjut, dia menuturkan agar roda perekonomian tetap berjalan, Pemprov DKI menyiapkan lokasi penampungan sementara bagi para pedagang. Lokasi penampungan itu berjarak sekitar 100 meter dari area terdampak.

Terkait upaya pencegahan ke depan, Pramono mengatakan pentingnya penguatan aspek keselamatan dalam proses renovasi. Hal itu khususnya untuk mencegah korsleting listrik yang diduga menjadi penyebab kebakaran.

Kemudian, dia menuturkan Pemprov DKI juga memastikan ada penambahan fasilitas keselamatan berupa hidran kebakaran di kawasan pasar.

“Dalam renovasi nanti, saya minta aspek pencegahan korsleting listrik diperbaiki dengan lebih baik. Untuk hidran kebakaran, akan dilakukan penambahan karena memang dibutuhkan di kawasan ini,” ujarnya.

Pramono juga menyoroti keberadaan Pasar Induk Kramat Jati sebagai sentra distribusi buah di Jakarta. Kata dia, perputaran transaksi di Pasar Induk Kramat Jati yang bisa mencapai Rp100 juta per hari.

Maka itu, Pemprov DKI menghadirkan Bank Jakarta untuk memberikan kemudahan akses pembiayaan bagi para pedagang terdampak.

Pramono menuturkan sebagai bentuk kepedulian dan dukungan selama masa renovasi, Pemprov DKI juga menyalurkan bantuan sebesar Rp5 juta kepada masing-masing dari 121 pedagang terdampak. Selain itu, untuk membantu keberlangsungan usaha mereka hingga pasar kembali beroperasi secara normal.

“Para pedagang meminta kemudahan kredit, bahkan ada yang mengajukan hingga Rp500 juta. Saya yakin Bank Jakarta akan memenuhi karena ini pedagang dengan omzet yang jelas dan klien yang loyal,” tutur eks Sekretaris Kabinet era Presiden ke-7 Jokowi itu.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
45 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Terkait

Berita Terbaru

holopis