Detox Sperma dapat Tingkatkan Kualitas Sperma? Simak Penjelasan Medisnya

Konten Dewasa
11 Shares

Berita Relasi :

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Belakangan ramai diperbincangkan terkait istilah ‘Detox Sperma” yang disebut dapat meningkatkan kualitas sperma. Istilah detox sperma yang luas dikenal di media sosial ini berkaitan dengan beberapa metode seperti puasa seks, konsumsi herbal, hingga menjaga pola makan tertentu.

Tren detox sperma sendiri muncul akibat kekhawatiran gaya hidup yang dipercaya dapat menurunkan kualitas sperma seperti kebiasaan merokok, pola makan tidak sehat, stres, hingga paparan polusi.

Advertorial

Lantas benarkah tren detox sperma dapat meningkatkan kualitas medis? Simak penjelasan dari sisi medis berikut ini.

Detox Sperma Menurut Medis

Dikutip Holopis.com dari alodokter Kementerian Kesehatan RI, istilah detox sperma sendiri sebenarnya tidak dikenal. Sebaliknya, tenaga medis sendiri lebih menyarankan jika seorang pria ingin meningkatkan kualitas sperma dapat dilakukan dengan pemeriksaan medis dan menerapkan gaya hidup sehat.

Menurut medis, beberapa metode detox sperma seperti puasa seks berlebihan, konsumsi herbal, hingga diet ekstrem justru belum terbukti efektif dan dapat meninggalkan risiko bagi kesehatan reproduksi.

Hal ini dikarenakan beberapa herbal dapat berinteraksi dengan obat atau memengaruhi fungsi organ reproduksi, sementara itu puasa seks yang terlalu lama dapat menurunkan kualitas sperma. Disamping itu, diet ekstrem dan penggunaan suplemen dapat mengganggu keseimbangan nutrisi yang penting dalam proses pembentukan sperma.

Oleh karena itu, jika ingin meningkatkan kualitas sperma, tenaga medis lebih menyarankan untuk menerapkan gaya hidup sehat, pemeriksaan kesehatan jika diperlukan, hingga menghindari metode yang belum terbukti secara medis.

Tips Meningkatkan Kualitas Sperma Menurut Medis

Berikut, beberapa tips meningkatkan kualitas sperma yang direkomendasikan tenaga medis, dibanding kamu harus mengikuti tren detox sperma yang bahkan tidak terbukti efektif secara medis.

Mengonsumsi Makanan Bergizi

Konsumsi makanan bergizi seperti sayuran , buah-buahan, kacang-kacangan, serta protein sehat dapat membantu melindungi sel sperma dari kerusakan akibat radikal bebas. Asupan antioksidan yang cukup dapat membantu tubuh menjaga kualitas sperma.

Selain itu, mengonsumsi makanan bergizi juga membantu menjaga keseimbangan hormon dan mendukung proses pembentukan sperma yang berlangsung setiap hari.

Berhenti Merokok dan Batasi Alkohol

Berhenti merokok dan membatasi konsumsi alkohol bermanfaat bagi kesehatan sperma. Hal ini dikarenakan rokok dan alkohol dapat menurunkan jumlah sperma serta mempengaruhi DNA sperma, sehingga dapat menurunkan kualitasnya.

Sebaliknya, dengan berhenti merokok dan membatasi konsumsi alkohol dapat membantu tubuh memulihkan fungsi reproduksi secara bertahap. Dengan perubahan ini, produksi sperma dapat meningkat dan memberikan peluang kesuburan yang lebih baik.

Rutin Berolahraga dan Menjaga Berat Badan

Berat badan berlebih dan kurangnya aktivitas fisik dapat memengaruhi hormon testosteron yang penting dalam memproduksi sperma. Hal ini dapat menyebabkan penurunan kualitas sperma jika tidak dikelola dengan baik.

Olahraga secara konsisten berkontribusi pada perbaikan sirkulasi darah, mendukung metabolisme, serta meningkatkan energi fisik. Rutinitas ini juga berpengaruh dalam menjaga keseimbangan hormon yang mendukung kualitas sperma.

Mengelola Stres

Stres yang berlangsung lama dapat mengganggu keseimbangan hormon, termasuk hormon yang mengatur produksi sperma. Jika stres tidak dikelola dengan baik, maka jumlah dan kualitas sperma ikut terpengaruh.

Oleh karena itu, kamu perlu mengelola stres dengan baik seperti melakukan refleksi, tidur yang cukup, serta melakukan hal-hal yang menyenangkan untuk menurunkan stres.

Menjaga Hubungan Seksual tetap Sehat

Infeksi yang ditularkan melalui hubungan seksual dapat berdampak pada sistem reproduksi dan mengurangi kualitas sperma.

Oleh karena itu, melakukan hubungan seksual dengan cara yang aman sangat penting untuk memelihara kesehatan organ reproduksi. Pola ini juga membantu menurunkan kemungkinan terjadinya infeksi yang berpotensi memengaruhi kualitas sperma dalam jangka panjang.

💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
11 Shares
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terbaru

Jangan Lewatkan