HOLOPIS.COM, JAKARTA – Nasib timnas Indonesia U-22 berada di ujung tanduk usai kalah 0-1 di laga perdana Grup C dari Filipina. Posisi skuad asuhan Indra Sjafri itu berada dalam posisi genting.
Cahya Supriadi Cs mesti menang telak atas Myanmar di laga terakhir fase grup melawan Myanmar pada Jumat (12/10). Namun, kemenangan atas Myanmar juga masih menunggu hasil dari pertandingan lain di Grup B antara Vietnam U-22 vs Malaysia U-22.
Posisi Tim Garuda tengah gawat karena statusnya sebagai juara bertahan. Dengan format SEA Games 2025 yang dibagi 3 grup maka setiap tim hanya memainkan maksimal dua laga.
Empat tim yang lolos ke semifinal adalah masing-masing juara grup ditambah posisi runner up terbaik.
Dari klasemen sementara runner up terbaik saat ini, Ivar Jenner dan kawan-kawan berada di urutan buncit. Vietnam untuk sementara berada di urutan teratas runner up terbaik dengan 3 poin dan selisih gol surplus 1.
Lalu, urutan dua, ada Timor Leste dengan 3 poin. Tapi, selisih gol minus 3. Terakhir, timnas Indonesia dengan nihil poin serta minus 1 gol.

Menilik kondisinya, Timnas Indonesia bakal bergantung dari hasil Malaysia U-22 vs Vietnam U-22. Meski Garuda Muda seandainya pesta gol atas Myanmar dengan selisih 5 gol pun percuma.
Sebab, Malaysia U-22 dan Vietnam U-22 sama-sama mengantongi 3 poin. Mereka cukup bermain imbang agar sama-sama bisa lolos ke semifinal.
Jika Malaysia U-22 dan Vietnam U-22 main imbang maka punya poin 4. Artinya, Garuda Muda tak bisa bersaing dan gagal lolos ke semifinal. Bila kondisi itu terjadi, maka target untuk mempertahankan medali emas pun pupus.
Kini, yang realistis bisa dilakukan Coach Indra Sjafrie adalah memimpin skuad asuhannya main maksimal dan lepas lawan Myanmar di laga terakhir Grup C. Main total dan bisa mencetak gol dengan surplus 4 gol.
Tentu, sambil berharap sehari sebelumnya, Malaysia U-22 vs Vietnam U-22 saling mengalahkan. Bila salah satu antara Malaysia U-22 dan Vietnam U-22 terjungkal, maka bisa menjadi berkah bagi Indonesia untuk menjaga peluang lolos.


