HOLOPIS.COM, JAKARTA – Direktur eksekutif Studi Demokrasi Rakyat (SDR) Hari Purwanto menyatakan bahwa polemik ijazah S1 Fakultas Kehutanan UGM milij Jokowi yang dipersoalkan sejumlah kalangan sebenarnya bisa lebih cepat diselesaikan, ketika mantan Presiden RI dua periode tersebut bersedia membuka dan menunjukkannya secara publik.
“Soal ijazah Jokowi semua berpulang kepada pribadinya. Apakah keaslian ijazahnya akan diekspos ke publik? Sebab selama ini Jokowi seperti mendapat perlakuan istimewa dari kepolisian. Dan tindakan Roy Cs hanya mengejar pembuktian soal keaslian ijazah Jokowi,” kata Hari kepada Holopis.com, Selasa (9/12/2025).
Ia yakin ketika Jokowi mau menunjukkan ijazah asli keluaran UGM yang telah digunakan sebagai berkas syarat administrasi di Pemilu kepada publik, maka persoalan tersebut akan lebih mudah diselesaikan tanpa berlarut-larut seperti saat ini.
“Padahal sangat sederhana yang diinginkan Roy Cs, akan tetapi Jokowi sendiri yang membuat rumit sehingga publik memiliki penilaian bahwa ijazah Jokowi diragukan keasliannya,” ujarnya.
Ditambah lagi, relawan Jokowi pun malah semakin memperkeruh suasana. Salah satunya adalah dengan menampilkan materi pembuktian yang semakin tidak membawa pada titik terang.
Situasi ini menurut Hari justru semakin membawa masyarakat untuk berpikir bahwa ijazah Jokowi memang benar-benar palsu. Sebab baik Jokowi maupun relawannya tak kunjung menunjukkan ijazah yang absah dari Joko Widodo di S1 Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada.
“Di sisi lain relawan loyalis Jokowi mulai semakin pudar untuk memberikan dukungannya karena Jokowi, mulai menampakkan kepalsuannya,” lanjut Hari.
Pratikno Mungkin Jauh Lebih Tahu
Lebih lanjut, Hari Purwanto memandang bahwa Pratikno adalah sosok yang lebih valid untuk menjawab apakah ijazah Jokowi memang asli atau palsu dari UGM.
“Yang bisa dikejar dan dikonfirmasi dan dekat dengan Jokowi adalah Pratikno. Sudah menjadi rahasia umum jika Pratikno merupakan pembisik dan sangat dekat dengan Jokowi,” tuturnya.
Di samping itu, Pratikno juga merupakan orang yang paling dekat dengan Jokowi, serta paling tahu karena pernah menjadi rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) periode 2012-2017.
“Bisa saja Pratikno lebih mengetahui apalagi pernah menjadi rektor UGM. Tentunya patut diduga Pratikno sangat berperan untuk bisa bicara soal keaslian ijazah Jokowi,” pungkas Hari.


