Tanggapi Ultimatum Purbaya, Bos Bea Cukai Tegaskan DJBC Siap Berbenah

0 Shares

HOLOPIS.COM, JAKARTA – Direktur Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan, Djaka Budhi Utama angkat bicara terkait ultimatum Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa terkait pembekuan Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC).

Djaka mengakui, bahwa ultimatum itu merupakan bentuk koreksi sekaligus alarm bagi jajaran DJBC, agar segera melakukan pembenahan menyeluruh.

Ia pun menyatakan, bahwa lembaga yang dipimpinnya siap berbenah diri. Sebab ia berpandangan, langkah ekstrem seperti pembekuan yang menjadi sejarah kelam kembali dilihat oleh pihaknya.

“Apa yang menjadi sejarah kelam 1985 sampai dengan 1995 itu (pembekuan Bea Cukai), kita tidak ingin itu terjadi ataupun diulangi oleh Bea Cukai,” ujar Djaka dalam keterangannya, dikutip Holopis.com, Kamis (4/12/2025).

“Sehingga tentunya bahwa Bea Cukai harus berbenah diri untuk menghilangkan image negatif,” sambungnya.

Djaka menekankan pembenahan akan dimulai dari kultur kerja internal. Ia memastikan setiap pegawai akan didorong meningkatkan kinerja, termasuk memperketat pengawasan di pelabuhan maupun bandara sebagai titik rawan penyimpangan.

- Advertisement -

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan pelayanan publik. Djaka tak menampik bahwa masih ada ketidakpuasan masyarakat, namun ia optimistis perbaikan bertahap akan mengubah citra DJBC ke arah yang lebih positif.

Sebagai bagian dari reformasi, ia mengungkapkan penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) sudah mulai diterapkan di sejumlah pintu masuk Indonesia untuk meminimalisir praktik underinvoicing.

“Yang masih bandel, kita selesaikan, itu saja. Ini karena kan kita ada proses, ada yang proses, sedikit banyak. Saya gak ini berapa (pegawai nakal) yang sudah kita tindak, tetapi sudah melalui proses, apakah itu dari kepatuhan internal maupun dari Itjen Kementerian Keuangan,” jelasnya.

Djaka menegaskan tekadnya memutus stigma buruk Bea Cukai yang identik dengan pungutan liar. Menurutnya, perubahan hanya bisa tercapai jika publik juga turut mendukung.

“Mungkin image di masyarakat bahwa Bea Cukai adalah sarang pungli itu sedikit demi sedikit kita hilangkan. Kami memohon dukungan dari masyarakat untuk mendukung bagaimana kita ke depan menjadi lebih baik,” tandasnya.

Sebelumnya, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menjatuhkan ultimatum keras kepada seluruh jajaran Direktorat Jenderal Bea dan Cukai. Ia menegaskan, bahwa opsi pembekuan DJBC bukan sekadar ancaman retoris. Jika sampai kinerja tak juga berubah, maka seluruh pegawai terancam dirumahkan alias dipecat.

“Kalau memang enggak bisa perform, ya kita bekukan dan betul-betul beku, artinya petugas bea cukai kita rumahkan,” kata Purbaya, Selasa (2/12/2025).

Purbaya menyebut dirinya sudah berkomitmen kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memperbaiki tata kelola, serta profesionalitas 16 ribu pegawai DJBC.

Presiden bahkan memberi tenggat waktu satu tahun baginya untuk memastikan transformasi tersebut berjalan nyata.

Lebih jauh, Purbaya mengaku masih percaya bahwa mayoritas pegawai DJBC dapat berbenah dan memperbaiki citra lembaga yang belakangan sering menjadi sorotan publik.

Namun optimisme itu tidak datang tanpa batas. Bila ada pegawai yang tetap ngeyel, bekerja di bawah standar, atau kembali mencoreng nama institusi, ia menegaskan tak akan ragu mengambil langkah tegas.

“Nanti kan dalam prosesnya akan kelihatan yang mana yang bisa gabung, yang mana yang enggak. Artinya yang enggak bisa gabung, yang enggak bisa merubah, akan saya selesaikan langsung,” tegasnya.

Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
Khoirudin Ainun Najib
Khoirudin Ainun Najib
Tim Redaksi :

SELURUH ISI KONTEN BUKAN TANGGUNG JAWAB REDAKSI HOLOPIS.COM

Berita Lainnya

YANG BARU