HOLOPIS.COM, JAKARTA – Setiap tanggal 4 Desember, dunia memperingati Hari Bank Internasional, sebuah momentum yang sering luput dari perhatian publik, namun memiliki sejarah panjang dan dampak besar bagi kehidupan modern.
Peringatan ini berbeda dari Hari Bank Dunia yang jatuh pada 1 April, karena Hari Bank Internasional ditetapkan melalui resolusi Majelis Umum PBB pada 19 Desember 2019 untuk menghormati kontribusi bank pembangunan internasional terhadap pembangunan global.
Peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan refleksi atas peran bank yang telah berkembang jauh dari fungsi dasarnya. Sekarang ini, Bank bukan hanya tempat menyimpan uang, tetapi institusi yang menyalurkan kredit, mendukung investasi, mendorong inklusi keuangan, dan menopang pembangunan berkelanjutan di berbagai negara.
Akar Perbankan Modern
Menurut National Today, sejarah bank bermula dari para bankir Italia pada era perdagangan Eropa. Mereka melakukan transaksi penukaran uang sambil duduk di belakang meja, yang dalam bahasa Italia disebut banco. Dari sinilah kata “bank” berasal.
Pada masa itu, belum ada uang kertas. Para pedagang yang membawa emas atau logam mulia menitipkannya kepada para bankir, yang kemudian berkembang menjadi lembaga penyimpan dan penjaga harta. Praktik ini menjadi fondasi perbankan modern yang kemudian menyebar ke seluruh Eropa.
Seiring meningkatnya kompleksitas ekonomi, bank berevolusi, dari sekadar tempat simpan-pinjam menjadi institusi multifungsi. Mereka mulai menyediakan layanan investasi, transaksi lintas negara, asuransi, pembiayaan konsumen, hingga pembiayaan perdagangan global.
Peran Bank Pada Pembangunan
Dalam dunia modern, fungsi bank berkembang menjadi pusat penggerak ekonomi. Selain melayani kebutuhan individu dan korporasi, muncul pula model bank pembangunan yang fokus pada layanan untuk kepentingan publik.
Berbeda dari bank pada umumnya yang menerima simpanan, bank pembangunan berorientasi pada pemberian kredit serta penyediaan dukungan keuangan bagi lembaga publik dan swasta. Tujuannya bukan profit maksimal, tetapi menciptakan dampak sosial dan ekonomi jangka panjang.
Jenis-jenis bank pembangunan meliputi:
• Bank pembangunan masyarakat,
• Lembaga keuangan internasional,
• Bank pembangunan nasional, hingga
• Bank pembangunan multilateral.
Lembaga-lembaga tersebut berperan penting dalam mendorong pembangunan infrastruktur, pendanaan energi bersih, pengentasan kemiskinan, hingga pemulihan ekonomi negara-negara berkembang.
Mengapa Hari Bank Internasional Penting?
Peringatan ini menjadi pengingat bahwa sistem perbankan global bukan sekadar mesin ekonomi, melainkan pilar peradaban manusia yang membantu meningkatkan kesejahteraan dunia.
Mulai dari stabilitas inflasi, pendanaan publik, hingga program pembangunan hijau, bank memainkan peran strategis bagi kemajuan negara.
Dengan perkembangan teknologi finansial, digital banking, dan kecerdasan buatan, masa depan perbankan diprediksi semakin adaptif, inklusif, dan berorientasi keberlanjutan.
Hari Bank Internasional menjadi kesempatan untuk melihat kembali betapa panjang perjalanan bank, dari sebuah bangku penukaran uang di Italia, hingga menjadi tulang punggung pembangunan global di abad ke-21.

