HOLOPIS.COM, JAKARTA – Lagu Resah milik Payung Teduh dikenal sebagai salah satu karya paling puitis dan romantis dari band folk tersebut. Namun dibalik alunan lembut dan lirik yang syahdu, tersimpan sebuah kisah gelap yang sudah lama beredar di kalangan pendengar.
Cerita ini pertama kali mencuat dari kisah salah seorang personil dari band tersebut, yakni Comi saat melakukan pendakian gunung bersama teman-temannya.
Dalam kisah itu, diceritakan bahwa ketika sedang melakukan pendakian, salah satu teman pendaki Comi tiba-tiba menghampirinya dan bercerita bahwa ia sedang putus cinta karena kekasihnya meninggalkan dirinya.
Singkat cerita di tengah perjalanan pendakian, salah satu teman Comi yang sedang putus cinta tiba-tiba hilang atau terpisah dari rombongannya. Setelah menyadari temannya hilang, mereka akhirnya melakukan pencarian, namun sayang pencarian tidak kunjung membuahkan hasil.
Mereka akhirnya memutuskan kembali ke pos sembari menunggu temannya yang hilang untuk kembali. Karena tak kunjung kembali Comi dan rombongannya akhirnya memutuskan untuk kembali melakukan pencarian. Setelah beberapa lama, mereka tiba-tiba melihat teman yang hilang tadi, tewas gantung diri di sebuah pohon, meninggalkan secarik kertas bertuliskan puisi terakhirnya.
Puisi itulah yang kemudian menjadi cikal bakal lirik Resah. Menurut versi ini, banyak metafora dalam lagu tersebut bukan sekadar romantika, melainkan simbol kematian dan perpisahan abadi.
Jika dilihat dari sudut pandang cerita tersebut, lirik “aku ingin berdua denganmu di antara daun gugur” serta “aku ingin berjalan bersamamu dalam hujan dan malam gelap” dinilai menggambarkan perjalanan menuju alam lain. Mata yang tak bisa terlihat disebut sebagai tanda bahwa orang yang dicintai sudah tiada.
Kisah mistis tragis dibalik lagu ini kemudian semakin diperjelas pada bagian lirik “Aku menunggu dengan sabar di atas sini melayang-layang”. Lirik ini seolah menggambarkan kondisi teman Comi saat ditemukan, dimana ia ditemukan dalam keadaan tewas menggantung di sebuah pohon. Lirik ini seolah menegaskan bahwa ia ingin menemui kekasihnya dengan cara gantung diri.
Meski kisah ini berhasil membuat banyak pendengar merinding, tak sedikit pula yang meragukannya. Beberapa sumber menyebut bahwa cerita tersebut lebih cocok disebut sebagai legenda urban yang dibangun dari interpretasi netizen terhadap lirik yang sendu.
Pada akhirnya, Resah tetap menjadi salah satu lagu yang paling emosional sekaligus penuh teka-teki. Entah benar berangkat dari kisah kematian, atau sekadar interpretasi pendengar yang terlalu dalam, lagu ini terus mengundang pertanyaan. Misterinya justru membuat Resah, semakin dikenang bukan hanya sebagai lagu cinta, tetapi juga sebagai legenda gelap yang membayangi karya Payung Teduh.


