Selasa, 17 Feb 2026
BREAKING
Selasa, 17 Feb 2026

Aceh Dorong Akselerasi Brand Lokal untuk Jadi Kiblat Fesyen Muslim Dunia

22 Shares

HOLOPIS.COM, BANDA ACEH – Di tengah aroma rempah dan kearifan lokal yang kental, Aceh kini tak hanya dikenal sebagai “Serambi Mekkah,” tetapi juga sebagai panggung depan ambisi Indonesia mengukir kiblat fesyen muslim dunia.

Ambisi ini coba diwujudkan melalui Bootcamp II Akselerasi Fesyen Muslim Indonesia yang digelar intensif oleh Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) pada 25–27 November 2025.

- Advertisement -

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa langkah ini lebih dari sekadar urusan estetika. Ini adalah strategi ekonomi. Ia mengungkapkan data fantastis bahwa investasi di subsektor fesyen terus meningkat mencapai Rp 9,43 triliun pada semester pertama 2025. Bersamaan dengan itu, ekspor subsektor fesyen menjadi yang terbesar, menyentuh angka 7.099 juta USD.

Bootcamp II ini merupakan kelanjutan dari pelatihan intensif sebelumnya, namun dengan fokus yang lebih tajam yaitu komersialisasi dan visualisasi. Sebanyak 10 jenama, sembilan fesyen dan satu parfum yang telah melalui kurasi ketat, kini memasuki tahap pemolesan akhir.

- Advertisement -

Kegiatan inti pada Bootcamp II adalah review produk hasil pendampingan dan sesi pemotretan profesional. Lokasi yang dipilih pun sangat simbolis yaitu Museum Tsunami dijadikan latar visual, menawarkan kontras antara sejarah dan harapan masa depan yang modern.

Tujuannya, menghasilkan katalog atau lookbook yang terstandar, kompetitif, dan siap menjadi jembatan promosi utama. Katalog inilah yang akan menjadi bekal mereka untuk penampilan di ajang bergengsi, yang puncaknya direncanakan berlanjut hingga JMFW (Jakarta Muslim Fashion Week) 2027.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyatakan apresiasinya dan melihat potensi besar pada anak muda Aceh yang kreatif. “Dengan kehadiran Kementerian Ekraf di sini, mudah-mudahan juga bisa membantu ke depan, sehingga yang diharapkan menjadi kiblat fashion Muslim itu ada di Banda Aceh,” harap Illiza, seraya menyarankan kolaborasi untuk menyiapkan sekolah fesyen dengan Banda Aceh Academy.

Direktur Fesyen, Romi Astuti, memaparkan alasan strategis pemilihan Aceh. Selain masuk dalam 15 Provinsi prioritas RPJMN, Aceh istimewa dengan statusnya sebagai Kota Serambi Mekkah dengan penerapan Syariat Islam.

“Kita sudah ditetapkan menjadi nomor satu dalam awareness modest fashion berdasarkan laporan SGIE Report. Jangan hanya dikonsumsi, kita juga harus menjadi produsen sehingga ada manfaat ekonomi yang kita peroleh,” jelas Romi, menekankan pentingnya jenama Aceh menjadi trend center pakaian muslim.

Melalui inisiatif yang melibatkan mentor dari Islamic Fashion Institute dan praktisi fotografi, Kementerian Ekraf berupaya memperkuat ekosistem fesyen muslim dari hulu ke hilir, memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan, dan daya saing yang tak terelakkan di panggung global.

- Advertisement -
Ikuti kami di Google News lalu klik ikon bintang. Atau kamu juga bisa follow WhatsaApp Holopis.com Channel untuk dapat update 10 berita pilihan redaksi dan breaking news.
22 Shares
💬 Memuat kolom komentar Facebook...
Cloud Startup - Bikin Website Kamu Makin Ngebut

Berita Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru