HOLOPIS.COM, JAKARTA — Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,5 mengguncang wilayah Simeulue, Aceh, pada Kamis (27/11/2025) pukul 12.10 WIB. Getaran kuat ini tidak hanya dirasakan hingga ke sejumlah kabupaten, tetapi juga menimbulkan kerusakan bangunan dan melukai sedikitnya 12 orang.
Menurut laporan resmi BNPB, pusat gempa berada sekitar 55 kilometer barat daya Sinabang dengan kedalaman dangkal hanya 10 kilometer, membuat guncangannya terasa lebih kuat. Tidak lama setelah gempa utama, terjadi 9 kali gempa susulan yang kembali membuat warga panik.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengungkapkan bahwa sejumlah fasilitas publik rusak berat. Beberapa bangunan dilaporkan roboh dan satu gudang penyimpanan minyak tanah milik warga bahkan terbakar akibat guncangan.
“Sebagian besar korban mengalami luka karena tertimpa reruntuhan bangunan. Pendataan jumlah korban, pengungsi, dan kerugian materiil masih berlangsung,” ujarnya dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Holopis.com, Jumat (28/11/2025).
Korban luka berasal dari berbagai wilayah seperti Aceh Timur, Aceh Barat, Aceh Besar, Banda Aceh, Aceh Selatan, Nagan Raya, Aceh Tenggara, hingga Simeulue. BNPB memastikan koordinasi lintas instansi terus dilakukan.
BPBD setempat langsung bergerak cepat dengan meninjau lokasi terdampak, melakukan asesmen kerusakan, serta mengidentifikasi kebutuhan mendesak bagi warga. Langkah tanggap darurat sudah dijalankan sejak beberapa jam setelah gempa terjadi.
Abdul mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada. Ia menekankan pentingnya memiliki rencana evakuasi keluarga, mengamankan barang-barang yang mudah jatuh, dan tetap berada di tempat aman selama potensi gempa susulan masih terjadi.
“Warga diminta mengikuti arahan pemerintah daerah, tidak menyebarkan hoaks, dan selalu memantau kanal resmi BNPB serta BMKG untuk memperoleh informasi terbaru,” tambahnya.
Gempa berkekuatan besar dengan pusat dangkal seperti ini berpotensi menimbulkan bahaya lanjutan, sehingga masyarakat di wilayah sekitar diminta meningkatkan kewaspadaan. Pemerintah juga terus memonitor perkembangan kondisi pascagempa sekaligus mempersiapkan bantuan lanjutan bagi warga terdampak.

