HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketua MPR RI Ahmad Muzani menghadiri peluncuran Platform Digital Minhaj, sebuah inisiatif baru dari Liga Muslim Dunia yang dirancang sebagai pedoman global bagi umat Islam dalam ibadah dan pendidikan keagamaan.
Acara ini berlangsung di Kota Mekah, Arab Saudi, dan dihadiri tokoh-tokoh muslim dari berbagai negara.
Dalam sambutannya, Muzani menyampaikan apresiasinya kepada Sekjen Liga Muslim Dunia, Dr. Muhammad Abdul Karim Al-Issa, atas undangan untuk menghadiri peluncuran platform tersebut.
Ia menegaskan bahwa Indonesia sangat menghargai kesempatan untuk terlibat dalam program strategis yang bertujuan menyatukan pemahaman Islam di seluruh dunia.
“Kami datang dari negeri jauh, dari Timur, 9.000 kilometer dari sini. Atas nama rakyat Indonesia, kami berterima kasih telah dilibatkan dalam peluncuran platform elektronik Liga Muslim Dunia ini,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Holopis.com, Rabu (26/11/2025).
Muzani menyebut platform digital Minhaj sebagai upaya penting dalam menyamakan pemahaman Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam.
Ia menyerukan pentingnya menjaga persahabatan, persaudaraan, dan persatuan di antara umat Islam dunia, terutama di era yang penuh dinamika dan perbedaan interpretasi keagamaan.
Ia juga mengingatkan bahwa Indonesia, sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia, memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi contoh baik dalam toleransi dan kehidupan beragama.

Dengan lebih dari 300 suku, ratusan bahasa daerah, dan ribuan pulau, Indonesia berhasil menjaga keberagaman dengan menjunjung tinggi nilai toleransi dan persatuan.
“Pancasila adalah fondasi Indonesia. Negara kami bertahan 80 tahun lebih karena Pancasila, dan kami yakini akan terus kokoh hingga yaumul qiyamah,” kata Muzani.
Ia menegaskan bahwa Pancasila memberi ruang kebebasan bagi seluruh warga untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing. Hal ini sejalan dengan ajaran Rasulullah yang menyerukan umat untuk menghormati perbedaan demi terciptanya kedamaian.
Muzani menutup sambutannya dengan menekankan bahwa lebih dari 2 miliar umat Islam di dunia membutuhkan ruang bersama untuk memperkuat persatuan.
Menurutnya, platform digital Minhaj merupakan langkah besar yang digagas Dr. Al-Issa untuk memperkuat ikatan antar umat Islam, meski berada dalam keberagaman budaya dan pemikiran.


