HOLOPIS.COM, JAKARTA – Bagi para Sobat Holopis pencinta film, pasti sudah menonton atauminimal mendengar film Frankenstein yang saat ini sedang tayang di layanan streaming Netflix. Film Frankenstein versi terbaru buatan Guillermo del Toro akhirnya resmi tayang di Netflix ini memang langsung menyedot perhatian penggemar film bernuansa gotik.
Adaptasi ini membawa atmosfer kelam, puitis, dan penuh visual artistik khas del Toro, sekaligus menghadirkan interpretasi baru yang lebih emosional dari novel asli Mary Shelley. Apalagi, penampilan Jacob Elordi sebagai ‘Creature’ membuat banyak penonton terkejut.
Kalau Sobat Holopis penasaran kenapa film ini ramai dibicarakan, berikut deretan fakta menarik yang wajib diketahui.
1. Guillermo del Toro Menggarap Sendiri dari Naskah hingga Kursi Sutradara
Proyek ini bukan sekadar film biasa bagi del Toro, melainkan dream project yang ia perjuangkan selama bertahun-tahun. Ia menulis naskahnya sendiri, menyutradarai, sekaligus menjadi produser utama. Dedikasi ini membuat Frankenstein terasa sangat personal, mulai dari tone, visual, hingga emosi karakter.

Del Toro dikenal dengan pendekatan penuh empati terhadap ‘monster,’ dan hal itu tercermin kuat dalam film ini, menciptakan perspektif yang lebih manusiawi dan tragis.
2. Diadaptasi dari Novel Klasik Mary Shelley yang Dirilis pada 1818
Film ini mengangkat kisah ilmuwan ambisius Victor Frankenstein yang menciptakan kehidupan melalui eksperimen ekstrem. Namun ciptaannya malah membawa kekacauan dan tragedi. Del Toro tidak hanya mengadaptasi ceritanya, tetapi juga menggali tema-tema besar dalam novel seperti kesepian, pencarian jati diri, dan konsekuensi dari obsesi manusia terhadap kekuasaan. Hasilnya, film ini terasa relevan meski berasal dari karya berusia lebih dari dua abad.
3. Oscar Isaac dan Jacob Elordi Berduet Sebagai Victor dan Creature
Oscar Isaac tampil mendalam sebagai Victor Frankenstein, ilmuwan jenius yang arogan namun menyimpan konflik batin besar. Sementara Jacob Elordi memerankan Creature dengan pendekatan yang lembut, emosional, dan penuh lapisan.

Kritikus memuji Elordi karena mampu menghadirkan sosok makhluk ciptaan Frankenstein sebagai figur tragis yang kompleks, bukan sekadar monster menakutkan. Aktingnya disebut sebagai salah satu performa terbaiknya sejauh ini.


