4. Kehadiran Mia Goth dan Christoph Waltz Membawa Dimensi Tambahan
Dua aktor berbakat lainnya, Mia Goth dan Christoph Waltz, turut memperkaya cerita dengan karakter-karakter pendukung yang kuat. Goth, yang dikenal dalam genre horor dan thriller, memberi warna baru pada dunia gotik Frankenstein. Sementara Waltz membawa atmosfer dramatis yang membuat dinamika antar karakter semakin tegang dan artistik.


Kehadiran keduanya memastikan film ini tidak hanya kuat secara visual tetapi juga emosional.
5. Proyek Impian yang Sempat Gagal Dibuat Universal
Sebelum jatuh ke tangan Netflix, Frankenstein sebenarnya dikembangkan oleh Universal Pictures untuk Dark Universe mereka. Del Toro sudah menyiapkan Doug Jones sebagai Creature dan menggandeng Bernie Wrightson untuk desain monster.
Namun, proyek dibatalkan ketika Dark Universe gagal berkembang. Film ini akhirnya dihidupkan kembali pada 2023 oleh Netflix, membuat del Toro bisa mewujudkan visi penuhnya tanpa batasan studio besar.
6. Visual Film Terinspirasi dari Ilustrasi Legendaris Bernie Wrightson
Meski Bernie Wrightson telah meninggal pada 2017, ilustrasinya untuk novel Frankenstein dijadikan panduan utama dalam desain visual film. Ilustrasi Wrightson terkenal dengan detail gelap, atmosfer kelam, dan nuansa horor romantis yang sangat cocok dengan gaya del Toro. Hasilnya adalah film yang bukan hanya bercerita kuat, tetapi juga indah dilihat—penuh bayangan, tekstur, dan komposisi artistik.
7. Diputar Perdana di Venice Film Festival dan Menuai Banyak Pujian
Frankenstein debut di Venice International Film Festival pada 30 Agustus 2025 dan langsung mendapat ulasan positif. Setelah tayang terbatas di bioskop pada 17 Oktober, film ini dirilis secara global di Netflix pada 7 November.

