HOLOPIS.COM, JAKARTA – Ketua Paguyuban Supporter Timnas Indonesia (PSTI) Ignatius Indro menyampaikan, Timnas U-23 Indonesia mengalami peningkatan progres, hal itu dinilai sebagaimana hasil imbang atas Mali pada laga uji coba kedua.
Timnas U-23 Indonesia baru saja berhadapan dengan Mali di Stadion Pakansari, Bogor, Selasa (18/11) malam WIB. Pertandingan kedua tim berakhir imbang dengan skor 2-2.
Hasil itu cukup mengobati rasa sakit hati Timnas U-23 Indonesia, dimana pada laga uji coba pertama sebelumnya, Skuad Garuda Muda kalah dengan skor 3-0 tanpa balas.
Selain daripada itu juga, dua laga tersebut menjadi penting, karena bagian dari persiapan Timnas U-23 Indonesia menatap SEA Games 2025.
Ignatius Indro turut menyoroti peluang Timnas U-23 Indonesia di SEA Games 2025 yang akan digelar di Thailand, mulai 9-20 Desember mendatang. Menurutnya, lawan terberat Skuad Garuda Muda tentunya tim tuan rumah Thailand.
Namun Indro optimis Timnas U-23 Indonesia punya peluang untuk bisa mengalahkan Thailand, sebab ada progres yang positif yang ditunjukkan Skuad Garuda Muda dalam sejumlah persiapan, termasuk dua laga melawan Mali.
“Kalau dari individu sih saya pikir sebenarnya bisa untuk mengalahkan Thailand ya di SEA Games. Tapi kan ada faktor-faktor lain, gak cuman masalah pemain ya, atau permainan karena permainan kita sudah progresnya cukup baik di bawah kepelatihan Indra Sjafri,” katanya, sebagaimana diwawancara secara ekslusif oleh Holopis.com, Rabu (19/11).
“Tapi disana ada faktor-faktor lain nah apakah kita bisa mengatasi faktor-faktor lain itu? Ini menjadi pertanyaan mendasar mas karena kita tau Thailand kalau misalnya menjadi tuan rumah dia ga main-main gitu maksudnya, akan bisa saja melakukan segala cara untuk memenangkan emas di SEA Games tersebut,” tambahnya.
Seiring dengan hal itu pula, Indro berpesan kepada supporter Indonesia yang menyaksikan langsung di SEA Games 2025 nanti.
“Supporter Timnas kita ini luar biasa ya, bahkan kita tau kemarin saat bermain di Arab Saudi (Kualifikasi Piala Dunia 2026) pun banyak sekali supporter kita, sampai ga dapet tiket gitu,” ujarnya lagi.
“Itu fanatisme dan juga dukungan dari supporter sebagai pemain ke-12 ini tidak diragukan. Tapi yang harus kita jaga adalah perilaku teman-teman supporter, misalnya kita di sana jangan melakukan hal-hal yang negatif gitu ya, kita memberi dukungan yang secara nyata untuk menurut timnas kita,” imbuhnya.

