HOLOPIS.COM, JAKARTA – Pentingnya menjaga kultur TNI dengan memelihara dua elemen kekuatan pertahanan yaitu fisik dan nonfisik. Selain itu, perlunya kemampuan satuan kewilayahan untuk terus melakukan pembaruan pemikiran dan inovasi.
Demikian disampaikan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak saat menutup Apel Komandan Satuan Komando Kewilayahan (Dansatkowil) Terpusat Tahun 2025 di Banyumas, Jawa Tengah. Sebanyak 446 pejabat Dansatkowil dari seluruh Indonesia hadir di Banyumas.
Menurut Jenderal Maruli, kekuatan pertahanan tak hanya bertumpu pada aspek fisik. Tapi, kata dia, pertahanan karena faktor kekuatan mental. Selain itu, ideologis masyarakat sebagai bagian dari elemen pertahanan nonfisik.
Dia bilang perlunya kemampuan satuan kewilayahan untuk terus melakukan pembaruan pemikiran dan inovasi. Hal itu agar dapat menyesuaikan diri dengan dinamika perkembangan zaman.

Jenderal Maruli menuturkan hal itu bisa dengan mengawali melalui penguatan potensi pertahanan.
“Dengan mengikuti perkembangan zaman ini melalui diskusi–diskusi yang berkala sehingga menciptakan ide atau inovasi yang sesuai dengan dinamika yang dihadapi,” kata Jenderal Maruli, dalam keterangan resmi TNI AD, dikutip pada Senin, (17/11/2025).
Dia juga menyoroti pentingnya elemen nonfisik berupa pembinaan kesadaran berbangsa dan bernegara kepada masyarakat. Jenderal Maruli menaruh harapan dengan ilmu yang didapat saat Apel ini bisa juga diimplementasikan dalam penugasan sehari-hari.
Dengan demikian, melalui peran para Dansatkowil, potensi ancaman terhadap ideologi bangsa bisa diminimalisir. Pun, dengan ketahanan mental masyarakat juga bisa semakin kuat.
Jenderal Maruli berpesan agar menghayati apa yang menjadi tugas tanggung jawab setiap prajurit TNI AD.


